PDIP Sudah Talak 10 ke Jokowi, Sampai Kiamat Rujuk Politik Keduanya Tidak Akan Pernah Terjadi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dinamika hubungan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Jokowi kembali memanas.
Isu ini kembali mencuat pasca-pemecatan politikus Achmad Hidayat dari tubuh partai berlambang banteng tersebut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Hidayat dipecat usai kedapatan menemui Jokowi di Solo. Namun, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, membantah keras narasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa sanksi pemecatan dijatuhkan karena Hidayat terbukti melakukan pelanggaran kode etik tingkat berat, bukan sekadar soal pertemuan.
Pesan Silaturahmi Jokowi yang Bertepuk Sebelah Tangan
Dalam pertemuannya di Solo, Hidayat membocorkan bahwa perbincangannya dengan Jokowi berlangsung layaknya pertemuan biasa. Menariknya, Jokowi sempat menyampaikan pesan khusus terkait hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Menurut Hidayat, Jokowi mengaku tidak pernah merasa memiliki masalah pribadi dengan Megawati. Bahkan, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk bersilaturahmi jika momentumnya memungkinkan.
Namun, respons PDIP sangat dingin. Said Abdullah secara blak-blakan menegaskan bahwa partainya kini sudah berseberangan jalan dengan Jokowi.
"Tidak ada yang bisa dikomunikasikan, PDIP tidak peduli dengan siapa pun dan hanya fokus pada kontribusi untuk pembangunan bangsa," tegas Said.
Rujuk Politik yang "Mustahil Sampai Kiamat"
Merespons memanasnya friksi ini, Pengamat Politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai bahwa komunikasi antara Megawati dan Jokowi sudah berada di titik nadir.
"Wajar disimpulkan bahwa itu artinya Jokowi bukan hanya ditalak 3, tapi sudah ditalak 10 oleh PDIP, gara-gara manuver politik di akhir kekuasaan politiknya, karena Jokowi lebih memilih berseberangan dengan fatsun politik PDIP," papar Adi.
Ia menambahkan meski dalam politik dikenal adagium the art of possibilities (seni kemungkinan) di mana lawan bisa menjadi kawan, Adi melihat kasus Jokowi dan PDIP adalah pengecualian. Luka politik yang terbentuk dinilai terlalu dalam untuk disembuhkan.
"Rasa-rasanya susah bisa rujuk politik antara PDIP dan Jokowi. Rasa-rasanya, sampai kiamat sekalipun, islah politik ini sulit bisa terjadi," tutupnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat