Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

TikTok Perketat Monetisasi LIVE, Kreator Tak Lagi Otomatis Dapat Cuan

TikTok Perketat Monetisasi LIVE, Kreator Tak Lagi Otomatis Dapat Cuan Kredit Foto: (Azka Elfriza)
Warta Ekonomi, Thailand -

Tiktok perketat akses monetisasi LIVE bagi kreator dengan menetapkan standar tambahan di luar pedoman komunitas. Alhasil, hak untuk memperoleh penghasilan dari fitur LIVE tidak otomatis diberikan kepada setiap kreator karena insentif finansial dapat memengaruhi perilaku dan dampak sebuah konten.

Head of LIVE Platform Trust & Ecosystem TikTok Junjiao Bai mengatakan perusahaan membedakan hak dasar untuk melakukan siaran dengan akses terhadap perangkat monetisasi dan fitur premium.

“Namun, monetisasi merupakan sebuah hak istimewa, bukan hak yang otomatis dimiliki,” ujarnya dalam acara Creator Networks Global Summit di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai, kreator yang ingin memperoleh akses monetisasi harus memenuhi standar lebih tinggi dan membuktikan bahwa siaran mereka memberikan pengalaman yang autentik serta berkualitas bagi penonton.

“Untuk mengakses perangkat monetisasi dan fitur premium, kreator harus memenuhi standar di atas ketentuan dasar dan secara aktif membuktikan bahwa mereka menghadirkan pengalaman penonton yang autentik dan berkualitas tinggi,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Zhang Yiming Sang Pendiri TikTok yang Jadi Orang Terkaya di Asia Mengalahkan Gautam Adani

Baca Juga: Asia Tenggara Jadi Motor Pertumbuhan, Sumbang 25% Creator Network TikTok Global

Live Monetization Guidelines (LMG) adalah standar yang telah dikembangkan Tiktok sekitar dua tahun lalu untuk menjadi lapisan tambahan setelah kreator memenuhi standar dasar dalam Community Guidelines.

Adapun, LMG memiliki tiga pilar utama yaitu adalah konsistensi dan pencegahan bahaya, kualitas konten dan pengalaman penonton, dan integritas platform dan monetisasi yang bertanggung jawab.

Bai menjelaskan, standar tersebut juga diarahkan untuk menjaga persaingan di antara kreator. Menurutnya, kreator yang serius telah menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membangun komunitas, sehingga konten berkualitas rendah yang ikut memperebutkan perhatian dan imbalan dapat menciptakan insentif yang keliru.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri