Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

TikTok Luncurkan 'Makan Dengan Makna', Donasikan Rp3,2 Miliar untuk Perluas Akses Makanan Bergizi

TikTok Luncurkan 'Makan Dengan Makna', Donasikan Rp3,2 Miliar untuk Perluas Akses Makanan Bergizi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

TikTok meluncurkan Makan Dengan Makna, implementasi di Indonesia dari inisiatif global The Main Ingredient, untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat melalui inspirasi dari kreator, komunitas, dan kekayaan bahan pangan lokal.

Inisiatif yang didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini diperkuat melalui donasi TikTok sebesar USD200.000 kepada Foodbank of Indonesia untuk membantu penyaluran lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, TikTok juga menghadirkan program Makan Lokal dengan menggandeng para kreator untuk menggelar sesi LIVE memasak yang mengangkat beragam bahan pangan lokal. Melalui kampanye ini, masyarakat diajak menemukan inspirasi bahwa pola makan sehat dapat dimulai dari menu sederhana dengan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau.

"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan discovery di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama para kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat membangun kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus semakin mengapresiasi kekayaan pangan lokal Indonesia," ujar Noudhy Valdryno, Head of Public Policy TikTok Indonesia.

Peluncuran program ini dilatarbelakangi tingginya minat masyarakat terhadap konten makanan dan gaya hidup sehat di TikTok. Jutaan unggahan telah dibagikan melalui tagar seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat, yang menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat mencari inspirasi resep, ide memasak, hingga gaya hidup sehat.

Untuk memperluas dampaknya, TikTok menandatangani Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Kesehatan RI guna memperkuat edukasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat. Kolaborasi ini relevan mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 96,7% masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian.

Melalui kerja sama ini, TikTok mendukung berbagai program edukasi pemerintah, termasuk Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal, sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik. Karena itu, ia mengajak para kreator TikTok berperan aktif mengedukasi masyarakat agar pola makan sehat menjadi tren yang diminati.

Selain memberikan donasi, TikTok juga menyediakan kredit iklan bagi Foodbank of Indonesia untuk memperluas jangkauan kampanye edukasi mengenai gizi, pangan lokal, dan konsumsi pangan yang bertanggung jawab. Sepanjang 2026, TikTok juga akan menggelar berbagai kegiatan sukarelawan yang melibatkan karyawan dan kreator untuk mendistribusikan makanan bergizi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Founder Foodbank of Indonesia, Muhammad Hendro Utomo, mengatakan Indonesia memiliki sekitar 28.000 varietas tanaman pangan yang bergizi, terjangkau, dan berpotensi dimanfaatkan lebih luas. Menurutnya, kolaborasi bersama TikTok diharapkan mampu mendorong masyarakat kembali memanfaatkan pangan lokal sehingga tercipta pola makan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kuliner skala mikro.

Melalui Makan Dengan Makna, TikTok berharap semakin banyak masyarakat terinspirasi untuk menjalani pola makan sehat, memanfaatkan kekayaan pangan lokal, serta menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kalau ini akan dimuat di media bisnis atau ekonomi, saya juga bisa ⁠membuat versinya lebih bernuansa jurnalistik (gaya *Bisnis Indonesia*, *Kontan*, atau *Investor Daily*) sehingga lebih tajam dan tidak terasa seperti materi promosi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi