Jokowi Dipuji: Yang Bisa Eksekusi IKN Hanya Orang Terpilih, Kalau Tidak Mimpi Saja sampai Kiamat
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) disebut bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sembarang pemimpin. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menilai proyek sebesar IKN membutuhkan sosok yang mampu mengeksekusinya hingga benar-benar terwujud.
Oleh karena itu, Dedy menyebut Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang mampu mengeksekusi proyek sebesar IKN sebagai orang-orang terpilih.
"Karena sebuah Ibu Kota Baru bukan pekerjaan gampang dan Jokowi membereskan itu dengan cara yang cepat, efektif dan efisien," ungkap Dedy di akun X, dikutip Kamis (17/9/2026).
Baca Juga: Anies Baswedan Terancam Tak Bisa Diusung pada Pilpres 2029
Ia kemudian memberikan penekanan mengenai besarnya tantangan membangun ibu kota baru. Dedy mengatakan proyek tersebut bukan pekerjaan sederhana yang bisa diselesaikan begitu saja.
"Yang bisa mengeksekusi project sebesar IKN hanya orang-orang terpilih, kalau tidak mimpi saja sampai hari kiamat tiba," imbuhnya.
Dedy sebelumnya mengaitkan pembangunan IKN dengan pernyataannya mengenai pentingnya seorang pemimpin meninggalkan sesuatu yang telah dikerjakan. Ia mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan Alexander the Great untuk menjelaskan pandangannya tersebut.
"Pada akhirnya, ketika semuanya berakhir, yang terpenting hanyalah apa yang telah kamu lakukan — Alexander the Great," tulisnya.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Bilang Karhutla Masih Lama: Betul-betul Kasihan yang Padamkan Api
Menurut Dedy, kutipan tersebut dapat digunakan untuk melihat apa yang telah dilakukan seseorang, termasuk ketika orang tersebut pernah memimpin sebuah republik.
"Dari pernyataan ATG kita bisa membuat penilaian cepat kepada seseorang apalagi dia pernah memimpin sebuah Republik," katanya.
Dalam konteks tersebut, Dedy menyebut pembangunan IKN sebagai salah satu aksi besar Jokowi untuk bangsa.
"Contoh... Jokowi telah melakukan aksi besar untuk bangsanya dengan membangun IKN dan itulah yang dipersembahkan beliau untuk bangsanya," ujar Dedy.
Dedy mengakui pembangunan IKN memiliki cerita pro dan kontra. Namun, ia menilai keberadaan proyek tersebut menjadi pembeda dengan proyek yang menurutnya tidak selesai.
"Jelas bahwa ada banyak cerita pro dan kontra di balik pembangunan IKN, tapi yang sulit dibantah oleh siapapun adalah bahwa IKN berdiri dan tidak makrak seperti project Hambalang," sambung dia.
"Itulah yang membedakan seorang pemimpin yang melakukan sesuatu dan seorang pemimpin yang juga melakukan sesuatu tapi mangkrak alias tidak tuntas," sebutnya.
Pembangunan IKN hingga kini masih berlangsung. Otorita IKN menyebut pembangunan tahap II terus berjalan, sementara target IKN sebagai Ibu Kota Politik ditetapkan pada 2028.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: