Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Waskita Karya Pastikan Aman Digunakan

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta, Waskita Karya Pastikan Aman Digunakan Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan rangkaian Light Rail Transit (LRT) Jakarta, termasuk Fase 1B yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Melalui peresmian ini, moda transportasi tersebut resmi dibuka dan siap beroperasi penuh.

Bertempat di Stasiun Manggarai, kegiatan itu disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko turut hadir mendampingi.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil menghadirkan LRT Jakarta. Menurutnya, keberadaan infrastruktur konektivitas ini merupakan langkah penting dalam rencana pembangunan dan transformasi bangsa. 

"Lima sampai enam tahun lalu, siapa yang mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang, ada LRT, KRL (Kereta Rel Listrik), ada Transjakarta, Transjabodetabek, serta Kereta Bandara. Ini menjadi transport hub," ujar dia. Peresmian LRT, lanjutnya, menunjukkan Indonesia mampu mengelola kota metropolitan sebesar Jakarta yang memiliki 42 juta penduduk secara aman dan tertib dalam suasana demokratis. 

Baca Juga: Gibran Tak Punya Peluang dengan Prabowo di 2029? Ini Kata Budi Arie

Pramono Anung menambahkan, menjelang usia ke-500 tahun atau lima abad, transformasi Jakarta menuju kota global berdaya saing terus diperkuat. Kehadiran LRT Jakarta ini pun bertujuan meningkatkan sistem transportasi publik terintegrasi, meningkatkan produktivitas, layanan publik, serta konektivitas.

"Konektivitas di Jakarta sekarang sudah 93 persen dan sejak dua tahun ini Pak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya sebanyak 15 persen. Sehingga dengan demikian, walau masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan sekarang jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum," tutur Pramono dalam laporannya kepada Presiden Prabowo. LRT Jakarta sendiri terkoneksi dengan berbagai transportasi publik lain seperti Transjakarta dan KRL di Stasiun Manggarai.

Pada kesempatan itu dirinya mengungkapkan, proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya dibangun memanfaatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp12,1 triliun. Total panjangnya mencapai 12,2 kilometer (km), diperkirakan akan mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari.

Paulus melanjutkan, LRT Jakarta khususnya rute Velodrome-Manggarai yang dikerjakan Waskita Karya telah melewati berbagai tes menyeluruh serta terstruktur. Maka dipastikan aman dan nyaman digunakan oleh puluhan ribu masyarakat.

"Kami merasa bangga dapat ikut berkontribusi untuk menghadirkan moda transportasi umum yang modern dan mampu memudahkan aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya. Bagi Waskita LRT Jakarta bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari rekam jejak kami dalam membangun negeri ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Pramono Pastikan LRT Manggarai-Dukuh Atas Mulai Januari 2027

Sebagai kontraktor, jelas dia, tidak mudah mengerjakan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang terbatas. Meski begitu, Perseroan berhasil merampungkannya melalui penerapan sejumlah inovasi seperti penggunaan balance cantilever di atas jalur aktif jalur layang Tol Wiyoto Wiyono dan longspan steelbox girder yang membentang di atas jalur aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai. Semua metode dan struktur tersebut tetap mengedepankan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Tim di lapangan turut memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance, kemudian melakukan monitoring survey dan chamber secara berkala setiap hari. Berkat  langkah tersebut, Waskita sukses mencapai 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) selama proses konstruksi.

"Bagi kami keselamatan para pengguna jalan dan pekerja adalah yang utama. Kami pun terus berkoordinasi dengan Jakpro (Jakarta Propertindo) sebagai owner proyek dalam menghadapi beragam situasi," jelas Paulus.

Ia menegaskan, ke depannya Waskita Karya siap terus mengawal penguatan konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kota metropolitan. Perusahaan juga terus mendorong Jakarta tidak hanya menjadi kota modern, tapi juga ramah lingkungan.

"Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik di ibu kota. Angkutan umum berbasis listrik ini merupakan solusi terbaik demi menciptakan udara di perkotaan yang lebih sehat, bersih, sekaligus mendukung target nol emisi atau Net Zero Emission (NZE)," tutur dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Istihanah