Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.729 di Awal Perdagangan Pagi Ini

Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.729 di Awal Perdagangan Pagi Ini Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026) pagi. Pukul 09.16 WIB, rupiah spot ada di level Rp17.729 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.753 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang Garuda pada hari ini bergerak fluktuatif. Namun ditutup melemah pada rentang Rp17.750 - Rp17.790 per dolar AS.

Penguatan rupiah didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang kembali melemah sekitar 1% pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut, meski harga kedua acuan minyak masih bertahan di atas US$100 per barel.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun US$1,01 atau sekitar 1% menjadi US$103,77 per barel pada pukul 00.20 GMT. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) melemah US$1,03 atau 1% menjadi US$100,88 per barel.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah

Kedua kontrak acuan tersebut sebelumnya juga ditutup turun sekitar 1% pada perdagangan Kamis.

Penurunan harga minyak terjadi ketika pasar mulai melihat adanya sejumlah alternatif untuk menjaga aliran minyak dari Timur Tengah. Kondisi tersebut sedikit meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat meningkatnya konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Meski demikian, risiko terhadap pasokan minyak global belum sepenuhnya hilang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: