Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Cuma Kendaraan Baru, Industri Aftermarket Indonesia Mulai Dilirik Global

Bukan Cuma Kendaraan Baru, Industri Aftermarket Indonesia Mulai Dilirik Global Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia akan menjadi salah satu negara yang masuk dalam jaringan penyelenggaraan Automechanika, pameran global yang mempertemukan pelaku industri komponen, aftermarket, hingga teknologi otomotif.

Automechanika Jakarta 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2), Tangerang, Banten.

General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd Fiona Chiew mengatakan, Indonesia dipilih bukan semata karena industri otomotifnya telah berkembang, tetapi juga karena masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Menurut dia, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih besar dibandingkan sejumlah negara di kawasan, sementara tingkat kepemilikan kendaraan masih relatif rendah. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi perkembangan pasar otomotif, termasuk sektor aftermarket.

"Indonesia merupakan pasar yang potensial. Dibandingkan dengan Malaysia, populasi di sini sangat besar, tetapi kepemilikan kendaraan masih kecil," kata Fiona di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Selain besarnya pasar domestik, perkembangan industri otomotif di Indonesia turut menjadi pertimbangan. Fiona menilai sejumlah industri di Tanah Air telah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.

"Indonesia terus berkembang. Karena itu, kami melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial. Selain itu, banyak industri di Indonesia yang memiliki kapabilitas untuk mencapai tingkat internasional," ujarnya.

Fokus pada Industri Aftermarket

Automechanika memiliki karakter yang berbeda dengan pameran otomotif yang berfokus pada kendaraan baru. Pameran ini lebih banyak mempertemukan pelaku industri yang berada di belakang ekosistem kendaraan, mulai dari produsen komponen hingga penyedia teknologi dan peralatan bengkel.

Produk dan teknologi yang ditampilkan mencakup suku cadang, aksesori, peralatan bengkel, teknologi diagnosis, ban, serta berbagai teknologi pendukung industri otomotif.

Merek pameran tersebut pertama kali digelar di Frankfurt, Jerman, pada 1971 oleh Messe Frankfurt. Seiring perkembangannya, Automechanika kemudian menjadi jaringan pameran global yang hadir di berbagai negara.

Baca Juga: Kemenperin: Investasi Industri EV Tembus Rp30,4 Triliun dan Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

Baca Juga: Kemenperin Bidik Generasi Muda untuk Jadi Penggerak Industri Masa Depan

Saat ini, Automechanika telah diselenggarakan di 16 lokasi di dunia, termasuk di China, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Vietnam.

Indonesia kini masuk ke dalam jaringan tersebut melalui Automechanika Jakarta 2026.

Pameran ini diselenggarakan Messe Frankfurt (HK) Ltd bersama Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM).

Kehadiran Automechanika Jakarta juga membuka ruang bagi pelaku industri aftermarket di Indonesia untuk memperluas jaringan bisnis. Selain mempertemukan pelaku usaha, pameran tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan produk serta teknologi terbaru kepada pasar.

Dengan basis pasar kendaraan yang besar dan ruang pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang masih terbuka, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu pasar penting bagi industri aftermarket di kawasan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan