Kredit Foto: Istimewa
PT United Tractors Tbk (UNTR) telah menggelontorkan sekitar Rp7,1 triliun untuk pembelian kembali saham atau buyback sejak Juli 2022 hingga Juni 2026. Dalam periode tersebut, total saham yang telah dibeli kembali perseroan mencapai sekitar 239 juta saham.
Finance Director PT United Tractors Tbk, Vilihati Surya, mengatakan buyback merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengelola struktur permodalan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
"United Tractors terus melakukan pengelolaan modal secara disiplin, termasuk melalui aksi korporasi yang telah dilakukan perseroan,” ujar Vilihati dalam dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan catatan perseroan, UNTR menyelesaikan pelaksanaan buyback tahap sebelumnya pada 30 Juli 2026. Dalam periode tersebut, perseroan membeli kembali sebanyak 35,5 juta saham.
Setelah tahap tersebut berakhir, UNTR kembali menjalankan program buyback lanjutan. Dengan demikian, secara akumulasi sejak Juli 2022 hingga Juni 2026, jumlah saham yang telah dibeli kembali mencapai sekitar 239 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp7,1 triliun.
Pelaksanaan buyback tersebut berlangsung di tengah kondisi bisnis UNTR yang menghadapi sejumlah tekanan. Pada semester I-2026, perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih setelah memperhitungkan non-recurring items tercatat sebesar Rp956 miliar, anjlok 88% dibandingkan semester I-2025.
Penurunan kinerja terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan alat berat, dampak penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara, serta penurunan penjualan emas akibat penghentian sementara operasional tambang pada awal tahun.
Meski kinerja tertekan, manajemen memastikan kondisi keuangan perseroan tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, UNTR mencatat rasio gearing sebesar 8,5%, dengan posisi utang bersih sekitar Rp9,4 triliun.
Baca Juga: UNTR Perkuat Bisnis Emas dan Nikel di Tengah Tekanan Batu Bara
Baca Juga: Kinerka Keuangan UNTR Anjlok karena 2 Penyebab Ini
Baca Juga: RKAB Batu Bara Mulai Pulih, UNTR Hadapi Ancaman El Nino
Vilihati mengatakan perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pengelolaan modal, aksi korporasi, ekspansi bisnis, dan kesehatan neraca keuangan.
“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana menjaga kapasitas neraca tetap sehat, sehingga perseroan tetap memiliki ruang untuk melakukan pengembangan bisnis ke depan,” katanya.
Selain buyback, UNTR juga terus melakukan ekspansi dan diversifikasi bisnis. Pada Februari 2026, perseroan menyelesaikan akuisisi 100% saham PT Puncakjaya Power (PJP) sebagai bagian dari strategi memperkuat portofolio bisnis non-batu bara.
Melalui pengelolaan modal dan diversifikasi usaha, UNTR berupaya menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus menghadapi siklus industri komoditas yang masih menantang. Perseroan juga tetap mempertahankan ruang untuk melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: