Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (15/9/2026). IHSG ditutup melemah 76,30 poin atau 1,20% ke level 6.298,60.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.368,57, sebelum kembali tertekan hingga mencapai level terendah di 6.287,45.
Tekanan jual juga terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 462 saham berakhir melemah, sementara hanya 188 saham yang mampu menguat. Adapun 144 saham lainnya ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Total nilai transaksi di BEI mencapai Rp11,02 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2.917 miliar saham.
Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,65 juta kali sepanjang perdagangan. Dengan mayoritas saham berakhir di zona merah, perdagangan hari tersebut menunjukkan tekanan yang cukup kuat terhadap pergerakan IHSG.
IHSG Berpotensi Tertekan
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Phintraco Sekuritas memperingatkan, jika IHSG menembus level 6.300, indeks berpeluang kembali menguji area 6.200–6.270.
Phintraco Sekuritas menyebut tekanan terhadap IHSG masih berpotensi datang dari sentimen pasar global. Salah satunya berasal dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Wall Street tertekan setelah kenaikan imbal hasil US Treasury membebani saham-saham sektor teknologi. Yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat naik lebih dari 13 basis poin (bps) ke level 5,104%.
Selain kenaikan yield, penguatan harga minyak juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Harga minyak mentah Brent ditutup melonjak hampir 4% ke level US$103 per barel.
Investor juga mencermati kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat yang dimulai pada Rabu (23/9/2026). Perkembangan hubungan kedua negara menjadi salah satu perhatian pasar global.
Baca Juga: IHSG Dibuka Merah, Turun 0,16% ke Level 6.364,97
Baca Juga: Investor Asing Buang Saham Rp2,74 Triliun, BMRI hingga BBRI Jadi Sasaran Jual
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 23 September 2026.
Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia tercatat mencapai 13,36% secara tahunan (year on year/YoY) pada Agustus 2026.
Di pasar komoditas, harga emas justru melemah 1,23% ke level US$4.322 per troy ounce pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Dengan kombinasi sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas melihat ruang tekanan terhadap IHSG masih terbuka. Level 6.300 menjadi area penting yang perlu diperhatikan investor. Jika level tersebut ditembus, IHSG diperkirakan kembali menguji kisaran 6.200–6.270.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: