Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahas Cawapres Prabowo, Terungkap Kenapa SBY Ogah Gandeng JK di Periode Kedua

Bahas Cawapres Prabowo, Terungkap Kenapa SBY Ogah Gandeng JK di Periode Kedua Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Dr. Selamat Ginting, membahas sosok calon wakil presiden (cawapres) yang berpotensi mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

Menurutnya, Prabowo tentu memiliki kalkulasi politik tersendiri dalam menentukan pasangan, termasuk memperhitungkan dampak politik jangka panjang dari pilihannya.

Ginting mencontohkan skenario apabila Prabowo memilih tokoh dari PDI Perjuangan (PDIP), seperti Ketua DPR RI Puan Maharani atau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"Kalau nantinya Prabowo berpasangan dengan Puan atau Pramono, tentu dia juga berhitung kelak 5 tahun berikutnya dia seperti memberikan karpet merah kepada PDIP," ujarnya dalam YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (30/9).

Menurut Ginting, pertimbangan serupa juga berlaku apabila Prabowo memilih Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping.

"Di sisi lain, kalau Prabowo berpasangan dengan AHY, maka dia bagaikan memberikan karpet biru kepada AHY kepada Demokrat," jelasnya.

Ginting kemudian mencontohkan langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak kembali berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) pada periode keduanya.

"Nah mungkin paling aman seperti itu tadi bagaimana SBY semula berpasangan dengan JK, dia di periode kedua tidak mau berpasangan dengan JK karena dia tidak ingin memberikan karpet kuning bagi Golkar," katanya.

Baca Juga: Setelah Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Muncul Prediksi Mengejutkan soal Masa Depan Partai Itu

Karena itu, Ginting menilai peluang Prabowo untuk menggandeng Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada Pilpres 2029 cukup terbuka.

"Jadi sangat mungkin juga Prabowo akan menggandeng KDM dengan catatan KDM tetap di Gerindra," tandasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya