Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenaikan Inflasi 2,5% Tidak Pengaruhi Porsi dan Kualitas MBG 2027

Kenaikan Inflasi 2,5% Tidak Pengaruhi Porsi dan Kualitas MBG 2027 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak akan mengalami pengurangan porsi maupun kualitas makanan meski harga barang dan bahan pangan yang menjadi kebutuhan program tersebut naik sejalan dengan inflasi yang diasumsikan mencapai 2,5% pada 2027.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, memastikan ruang fiskal dalam APBN masih mampu mengakomodasi dampak inflasi yang sesuai dengan asumsi pemerintah. Karena itu, kenaikan harga yang tercermin dalam inflasi 2,5% tidak semestinya membuat kualitas makanan MBG dikurangi.

“Kalau inflasinya masih 2,5 persen itu masih dalam APBN kita. Tidak akan mempengaruhi kualitas makanan dan kualitas MBG,” kata Juda dalam media gathering Kementerian Keuangan terkait APBN 2027.

Juda menyampaikan, hal tersebut ketika ditanya mengenai potensi kenaikan harga bahan pangan terhadap pelaksanaan MBG. Kekhawatirannya, kenaikan harga bahan makanan dapat membuat penyelenggara mengurangi komposisi atau kualitas makanan jika anggaran yang tersedia tidak ikut menyesuaikan.

Namun, Juda menegaskan inflasi 2,5% masih berada dalam ruang yang dapat diantisipasi APBN. Dengan demikian, pemerintah tidak menjadikan tekanan harga sebagai alasan untuk menurunkan standar makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Asumsi inflasi 2,5% sendiri merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang ditetapkan dalam APBN 2027. Pemerintah dan DPR menyepakati angka tersebut sebagai asumsi inflasi 2027.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG pada 2027 memang menghadapi kebutuhan untuk menjaga kualitas di tengah perluasan cakupan penerima. Badan Gizi Nasional (BGN) memperoleh alokasi sekitar Rp240,20 triliun pada 2027, dengan sekitar Rp232,50 triliun diarahkan untuk program MBG. Target penerimanya mencapai 72,46 juta orang.

BGN juga menyatakan penguatan kualitas layanan, keamanan pangan, pengawasan, dan rantai pasok menjadi bagian dari persiapan MBG 2027.

Lebih lanjut, tantangan pemerintah bukan hanya menjaga jumlah penerima MBG, tetapi juga memastikan standar makanan tetap terjaga ketika harga pangan mengalami perubahan. Juda menegaskan ruang APBN dengan asumsi inflasi 2,5% masih dinilai mampu menjaga kualitas program tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra