Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gandeng Philips, RS Bunda Jakarta Hadirkan MRI 3 Tesla untuk Perkuat Layanan Diagnosis Kasus Kompleks

Gandeng Philips, RS Bunda Jakarta Hadirkan MRI 3 Tesla untuk Perkuat Layanan Diagnosis Kasus Kompleks Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lewat kolaborasi dengan Philips, RS Bunda Jakarta memperluas layanan pencitraan diagnostik dengan menghadirkan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu dokter memperoleh informasi lebih detail untuk diagnosis dan menentukan penanganan.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG, mengatakan pengembangan teknologi diagnostik tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan perangkat terbaru.

“Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik sekaligus mendukung pengembangan Center of Excellence dengan mengintegrasikan teknologi, keahlian dokter, dan layanan untuk menghadirkan perawatan holistik bagi keluarga,” ujar Ivan.

RS Bunda Jakarta sendiri telah berkembang sejak berdiri pada 1973. Dari rumah sakit yang dikenal dengan layanan ibu dan anak, fasilitas kesehatan tersebut kini memiliki layanan spesialistik dan multidisiplin yang menangani berbagai kasus kompleks.

Beberapa layanan tersebut mencakup transplantasi ginjal, reseksi liver, operasi kanker payudara berbasis robotic, tindakan Geniculate Artery Embolization (GAE), hingga operasi epilepsi.

Kompleksitas kasus tersebut membutuhkan dukungan teknologi diagnostik untuk membantu dokter memperoleh informasi pencitraan yang lebih optimal. MRI 3 Tesla menjadi salah satu teknologi yang digunakan untuk memperkuat kapabilitas pencitraan di RS Bunda Jakarta.

Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta, Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K), menjelaskan MRI 3 Tesla dapat memberikan detail anatomi yang lebih baik dibandingkan MRI dengan kekuatan medan magnet lebih rendah.

“Keunggulan MRI 3 Tesla terutama terlihat dari kualitas pencitraannya yang dapat memberikan detail anatomi lebih baik dibandingkan MRI dengan kekuatan medan magnet yang lebih rendah,” jelas Jacub.

Namun, penggunaan MRI 3 Tesla tetap disesuaikan dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien. Pemilihan jenis MRI mempertimbangkan organ yang diperiksa, kondisi pasien, serta indikasi medis.

Pada layanan kesehatan perempuan dan anak, teknologi tersebut dapat digunakan untuk pemeriksaan berbagai kasus yang membutuhkan pencitraan lebih detail melalui pemeriksaan multisequence, termasuk epilepsi pada anak.

MRI 3 Tesla juga mendukung pemeriksaan di bidang onkologi serta sejumlah kebutuhan pencitraan lain, seperti otak, payudara, liver, obstetri dan ginekologi atau OBGYN, serta prostat.

Selain kualitas pencitraan, efisiensi waktu pemeriksaan menjadi aspek lain yang diperhatikan. Durasi pemeriksaan yang lebih efisien dapat membantu mengurangi waktu pasien berada di dalam mesin MRI, terutama bagi anak-anak atau pasien yang kesulitan mempertahankan posisi dalam waktu lama.

Pemanfaatan teknologi tersebut didukung tim Radiologi RS Bunda Jakarta yang terdiri dari dr. Ulfiawaty, Sp.Rad; Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K); dr. Krishna Pandu Wicaksono, Sp.Rad, Subsp.RI, Ph.D; dan dr. Ella Saputri, Sp.Rad.

Tim radiologi tersebut berperan dalam menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan klinis pasien hingga menginterpretasikan hasil pencitraan sebagai bagian dari proses diagnosis.

Teknologi MRI 3 Tesla Philips juga dirancang untuk mendukung alur kerja pencitraan, mulai dari proses pemeriksaan hingga tersedianya informasi yang dapat ditinjau oleh tim radiologi.

Pemanfaatan teknologi tersebut tetap menempatkan tenaga medis sebagai bagian utama dalam proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis. MRI berfungsi membantu dokter memperoleh informasi pencitraan yang lebih optimal, bukan menggantikan keahlian maupun pertimbangan medis.

Baca Juga: Semua Asuransi Jiwa Kesehatan Ditargetkan Terapkan KAPJ Sebelum 2026 Berakhir

Sementara itu, Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, mengatakan teknologi pencitraan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam menentukan keputusan klinis.

“Melalui kolaborasi kami dengan BMHS, Philips mendukung tenaga kesehatan dengan teknologi dan alur kerja yang dirancang untuk membantu mereka bekerja secara efisien dan memberikan layanan yang berpusat pada kebutuhan pasien,” ujar Astri.

Kehadiran MRI 3 Tesla di RS Bunda Jakarta menjadi bagian dari pengembangan layanan diagnostik dan spesialistik BMHS. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan teknologi dengan keahlian tenaga medis dan layanan dalam mendukung penanganan pasien secara menyeluruh.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat