Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BFI Finance Perkuat Pembiayaan Mesin untuk Industri Percetakan

BFI Finance Perkuat Pembiayaan Mesin untuk Industri Percetakan Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperkuat dukungannya terhadap industri percetakan dengan menawarkan berbagai kemudahan pembiayaan mesin usaha dalam ajang All Print Indonesia Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 7–10 Oktober 2026.

BFI Finance menjadi satu-satunya perusahaan pembiayaan multifinance yang hadir dalam pameran berskala internasional tersebut. Kehadiran ini dimanfaatkan untuk menawarkan solusi pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan bisnis.

Melalui program khusus hingga akhir 2026, BFI Finance menawarkan sejumlah promo pembiayaan mesin. Di antaranya suku bunga 0% melalui kerja sama dengan supplier rekanan, baik untuk tenor satu tahun pertama maupun hingga seluruh tenor, pembebasan biaya administrasi, serta penurunan biaya provisi menjadi 0,75% dari tarif normal 1,25%.

Head of Corporate Business BFI Finance Stanly Darisang mengatakan, perkembangan industri percetakan yang semakin dinamis mendorong pelaku usaha untuk melakukan pembaruan mesin dan meningkatkan kapasitas produksi.

"Sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar. Karena itu, BFI Finance mengambil peran aktif memfasilitasi kebutuhan pembaruan mesin produksi melalui serangkaian program promo bernilai tambah," ujar Stanly.

Pembiayaan BFI Finance mencakup berbagai jenis mesin percetakan, antara lain digital printing, offset, A3+, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), hingga laser cutting.

Tidak hanya industri percetakan, pembiayaan mesin juga tersedia untuk kebutuhan sejumlah sektor lain, seperti manufaktur, pengolahan kayu (woodworking), peralatan medis, dan perangkat teknologi informasi.

BFI Finance mencatat, mesin industri printing menjadi salah satu penyerap pembiayaan terbesar di wilayah Jabodetabek. Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan pelaku usaha percetakan untuk melakukan ekspansi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Selain pembiayaan konvensional, BFI Finance juga menyediakan pembiayaan mesin berbasis syariah dengan akad murabahah. Pilihan tersebut diberikan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang menginginkan skema pembiayaan sesuai prinsip syariah.

"Dinamika bisnis saat ini menuntut opsi pendanaan yang lebih fleksibel dan bervariasi. Kami melengkapi portofolio pembiayaan konvensional dengan pembiayaan syariah agar pelaku usaha dapat memilih skema yang sesuai dengan prinsip dan kebutuhan mereka," kata Stanly.

Melalui beragam pilihan pembiayaan tersebut, BFI Finance menargetkan dapat membantu pelaku usaha memperbarui peralatan produksi, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi