Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba BFI Finance Tumbuh 12,5% Jadi Rp1,3 Triliun per September 2025

Laba BFI Finance Tumbuh 12,5% Jadi Rp1,3 Triliun per September 2025 Kredit Foto: BFI Finance
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance/IDX: BFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, tumbuh 12,5% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp5,2 triliun atau sebesar 3,6% YoY, serta efisiensi operasional dan perbaikan biaya kredit (cost of credit) yang berkelanjutan.

Upaya akselerasi kinerja Perusahaan pada kuartal III-2026 juga tercermin dari nilai penyaluran pembiayaan baru (new booking) yang meningkat sebesar 9,1% quarter-on-quarter (QoQ) menjadi Rp5,6 triliun. Laju penyaluran pembiayaan ini utamanya ditopang oleh segmen produktif Modal Kerja yang menyumbang Rp3,7 triliun (naik 9,0% QoQ) dan segmen Investasi sebesar Rp970,1 miliar (naik 19,1% QoQ), di samping permintaan yang tetap tinggi pada lini pembiayaan kendaraan bekas (used car & motorcycle). Total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp26,8 triliun.

Pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua, masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan BFI Finance, dengan porsi 58,1% hingga akhir September 2026. Pembiayaan mobil melalui showroom rekanan berkontribusi sebesar 18,5%, diikuti pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,4%, serta pembiayaan dengan jaminan sertifikat properti dan kategori lainnya sebesar 9,0%.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tercatat sebesar 1,33% secara bruto dan 0,21% secara neto pada kuartal III-2026. Angka tersebut berada di bawah rata-rata industri perusahaan pembiayaan yang masing-masing mencapai 3,04% secara bruto dan 0,83% secara neto berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026. Capaian ini mencerminkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika industri.

Ketangguhan fundamental bisnis BFI Finance turut tecermin dari rasio profitabilitas yang unggul. Return on Asset (ROA) Perusahaan selama sembilan bulan tercatat naik menjadi 8,7%, dengan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 15,8%. Dari sisi pendanaan secara kuartalan. Perusahaan berhasil menekan cost of fund menjadi 6,8% atau turun tipis dari 6,9% pada kuartal sebelumnya (QoQ), sembari menjaga gearing ratio di tingkat yang sangat aman, yaitu 1,1 kali.

Ketahanan ini memberikan ruang kapitalisasi yang luas untuk mendukung ekspansi bisnis pada masa mendatang. Total ekuitas BFI Finance kini berada di posisi yang semakin kokoh, yakni sebesar Rp11,4 triliun atau meningkat 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

BFI Finance juga terus menjaga likuiditas dan pengelolaan pendanaan untuk mendukung kelangsungan operasional serta pemenuhan kewajiban keuangan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2024 Seri B yang jatuh tempo pada 25 September 2026.

“Ke depan, kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, dan memperkuat efisiensi operasional. Kami meyakini bahwa disiplin manajemen risiko dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi.

Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan, perusahaan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Hingga September 2026, Perusahaan fokus menjaga kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya mempertahankan ketahanan finansial serta keberlanjutan bisnis.

Baca Juga: BFI Finance Perkuat Pembiayaan Mesin untuk Industri Percetakan

Tantangan daya beli masyarakat dan dinamika pasar keuangan menuntut perusahaan pembiayaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional. Dalam menghadapi kondisi tersebut, BFI Finance terus adaptif dengan mengelola portofolio secara prudent, melakukan diversifikasi pembiayaan, serta mengoptimalkan proses bisnis untuk menjaga efisiensi dan kualitas kinerja.

“Strategi kami berfokus pada penerapan manajemen risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Kami juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi untuk menjaga efisiensi operasional, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan,” ujar Sutadi, 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra