Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Multifinance Ditekan Global, BFI Finance Tetap Tumbuh

Multifinance Ditekan Global, BFI Finance Tetap Tumbuh Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT BFI Finance Indonesia Tbk catatkan pertumbuhan aset dan pembiayaan yang mencerminkan resiliensi bisnis pada kuartal I 2026 di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk, industri multifinance di Indonesia menghadapi tekanan dari sisi konsumsi dan stabilitas ekonomi.

Tercatat, hingga Maret 2026, perusahaan membukukan total aset sebesar Rp25,3 triliun yang ditopang oleh piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) yang mencapai Rp26,8 triliun atau tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari total tersebut, sebesar 57,8% atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dari berbagai skala usaha.

Di tengah tekanan eksternal, penyaluran pembiayaan baru juga tetap terjaga stabil. Sepanjang kuartal I-2026, BFI Finance menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun, relatif tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya yang menjadi cerminan kemampuan perusahaan menjaga ekspansi secara selektif di tengah volatilitas pasar.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menegaskan bahwa pendekatan kehati-hatian menjadi kunci dalam menjaga kinerja.

“Dengan pengalaman BFI Finance yang telah teruji, kami optimistis dapat terus menjaga postur risiko yang sehat. Pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat masih mendominasi dengan porsi 68,1%. Sementara, pembiayaan alat berat dan mesin menyumbang 15,0%, diikuti pembiayaan beragun properti dan lainnya sebesar 8,9%, serta roda dua sebesar 8,0%.

Tercatat, hingga akhir Maret 2026, rasio non-performing financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat 1,57% dan 0,25%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,78%. Perusahaan juga menjaga rasio pencadangan dengan coverage ratio sebesar 2,71 kali terhadap NPF bruto.

Baca Juga: BFI Finance Buka Suara, Penarikan Paksa Mobil Bisa Berujung Pidana

Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun atau tumbuh 3,1% yoy, dengan laba bersih mencapai Rp354,3 miliar. Selain itu, dari sisi rasio profitabilitas tetap solid, tercermin dari Return on Assets (RoA) sebesar 7,0% dan Return on Equity (RoE) sebesar 13,0%.

Bahkan, likuiditas perusahaan juga kuat ditopang oleh pengelolaan arus kas yang efektif serta pelunasan kewajiban obligasi tepat waktu. Selain itu, peringkat nasional jangka panjang di level ‘AA-(idn)’ dengan outlook stabil kembali ditegaskan oleh Fitch Ratings Indonesia.

“Sebagai lembaga keuangan yang independen, kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Sutadi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman