Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Soroti Maraknya Kebakaran di Jakarta, Pramono: Upaya Preventif Harus Jadi yang Utama

Soroti Maraknya Kebakaran di Jakarta, Pramono: Upaya Preventif Harus Jadi yang Utama Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons terkait maraknya kebakaran di Ibu Kota, termasuk peristiwa kebakaran yang menghanguskan 52 bangunan di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, RT 14 RW 5, Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi pukul 18.30 WIB itu berdampak pada 114 kepala keluarga atau 340 jiwa, terdiri dari 178 laki-laki dan 162 perempuan. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 25 lansia, 25 balita, 70 anak sekolah, 4 disabilitas, dan 2 ibu hamil. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 00.30 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Pramono menegaskan bahwa upaya preventif harus menjadi yang utama untuk mencegah kebakaran meluas.

"Jadi upaya preventif tetap menjadi yang utama, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat, preventifnya dilakukan," ujar Pramono di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026).

Pramono juga mengakui kondisi cuaca menjadi tantangan. Fenomena El Nino yang berlangsung lebih lama dari perkiraan turut meningkatkan risiko kebakaran. 

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Dana Cadangan Rp5,6 Triliun untuk 10 Proyek, Termasuk LRT Manggarai-Dukuh Atas

Lebih lanjut, Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi kekeringan dan risiko kebakaran.

"Tetapi memang sekarang ini harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober," katanya.

Pramono mengaku terus memantau kejadian kebakaran di Jakarta, termasuk peristiwa di Kramat Pulo.

"Sehingga dengan demikian termasuk tadi malam kan ada kebakaran, saya juga mengikuti terus apa yang terjadi di Jakarta dalam hal yang berkaitan dengan kebakaran,” ucapnya.

Untuk itu, Pramono meminta peran aktif masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. 

Ia menegaskan bahwa penanggulangan titik api di level wilayah menjadi kunci utama agar tidak berujung pada bencana skala besar. Komunikasi antara warga dan petugas dinilai krusial untuk menyelamatkan wilayah permukiman rawan dari amukan si jago merah.

"Dan kami dalam hal ini meminta kepada masyarakat untuk juga membantu pemerintah daerah DKI Jakarta, jangan buang puntung rokok sembarangan,” pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah