Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Melonjak 90 Poin dalam Delapan Hari, BEI Kembali Bekukan Perdagangan Saham SMLE

Melonjak 90 Poin dalam Delapan Hari, BEI Kembali Bekukan Perdagangan Saham SMLE Kredit Foto: PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE)
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) setelah harganya mengalami kenaikan kumulatif yang signifikan.

Suspensi berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pra-pembukaan Jumat (9/10/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya perlindungan investor sekaligus memberi waktu bagi pasar untuk mencermati pergerakan saham tersebut.

Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan mengonfirmasi penghentian sementara perdagangan saham SMLE tersebut. 

"BEI juga mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen perseroan," ungkap dia dalam keterangan resminya.

Suspensi ini merupakan kedua bagi saham SMLE. Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham tersebut pada 25 September 2026 selama satu hari perdagangan.

Sebelum suspensi terbaru diberlakukan, saham SMLE ditutup menguat 7,59% atau naik 24 poin ke level Rp340 per saham pada Kamis (8/10/2026). Berdasarkan data RTI Business, nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp31,66 miliar.

Baca Juga: BEI Suspensi 2 Emiten Ini, Harga Saham Meledak hingga 120%!

Baca Juga: BEI Suspensi Saham INPS Setelah Setahun di Papan Pemantauan Khusus

Dalam delapan hari perdagangan sejak 28 September 2026, harga saham SMLE telah naik dari Rp250 menjadi Rp340 per saham. Artinya, saham ini menguat Rp90 atau sekitar 36%.

Kenaikan berlangsung bertahap. Pada 30 September, SMLE naik ke level Rp296. Harga sahamnya kemudian bergerak ke Rp302 pada 2 Oktober dan Rp308 pada 5 Oktober.

Penguatan berlanjut pada 6 Oktober, ketika SMLE mencapai Rp320 per saham. Sehari kemudian, saham tersebut kembali naik hingga ditutup di level Rp340 pada 8 Oktober.

Lonjakan harga tersebut menjadi latar belakang suspensi terbaru yang diberlakukan BEI. Investor pun diimbau mencermati pengumuman bursa dan keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan