Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
BP Tapera menyampaikan, realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 9 Oktober 2026 mencapai 177.161 unit.
Jumlah itu baru sekitar 50,62% dari target penyaluran 350 ribu unit KPR subsidi pada tahun ini. Dengan rincian yang sudah tersalurkan, terdiri atas 177.140 unit rumah tapak dan 21 unit rumah susun.
Selain realisasi penyaluran, BP Tapera mencatat potensi permintaan (demand) sebanyak 39.155 unit dan potensi pasokan (supply) sebanyak 27.443 unit. Potensi tersebut menjadi salah satu fokus dalam upaya mengoptimalkan penyaluran rumah subsidi hingga akhir tahun.
Untuk mengejar target penyaluran 350 ribu KPR subsidi, BP Tapera mendorong kegiatan pemasaran di wilayah tanggung jawabnya. Setiap wilayah didorong memiliki target dan rencana tindak lanjut yang jelas, termasuk penentuan lokasi, bank penyalur, jadwal pelaksanaan, serta penanggung jawab.
Selain itu, BP Tapera juga memperkuat strategi pemasaran melalui audiensi, sosialisasi, dan pembukaan open booth di instansi pemerintah, perusahaan swasta, perguruan tinggi, serta lembaga lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjangkau calon debitur potensial, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program KPR Sejahtera FLPP, dan mendorong calon konsumen melanjutkan proses pengajuan pembiayaan hingga akad.
Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan perusahaan swasta dan mitra strategis yang menghadirkan program khusus bagi calon debitur.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan pentingnya menjaga kolaborasi seluruh ekosistem perumahan agar manfaat program FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, seluruh pihak perlu menjaga komitmen dan mengoptimalkan upaya percepatan agar capaian penyaluran tahun ini dapat terus meningkat.
"Program ini harus semakin meluas lagi dan kebermanfaatannya untuk masyarakat luas. Kami tetap berharap tahun ini kita masih kompak, full power, untuk mencapai target maksimal. Mudah-mudahan realisasi tahun lalu itu bisa kita kalahkan," ujar Heru, Minggu (11/10/2026).
Heru menambahkan bahwa sisa waktu sekitar dua setengah bulan hingga akhir 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kerja sama yang semakin intensif antara BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan.
Baca Juga: BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi di Jawa Timur pada Desember 2026
Baca Juga: Soroti KPR Subsidi 6 Persen, DPR: Jangan Sekadar Untungkan Pengembang Properti!
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menambahkan tujuan utama program perumahan adalah menyediakan hunian bagi rakyat. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk pengembang, perbankan, dan para konsumen, serta menegaskan pentingnya membangun kerja sama yang solid untuk mencapai tujuan tersebut.
"Tujuan kita adalah membangun perumahan bagi rakyat. Kita harus menjadi tim yang baik. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengembang, perbankan, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama. Kepada para konsumen, saya juga menerima dan menghargai setiap masukan yang disampaikan,” kata pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dwi Aditya Putra