Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BTN Optimistis KPR Tumbuh 11% Meski Alami Perlambatan

BTN Optimistis KPR Tumbuh 11% Meski Alami Perlambatan Kredit Foto: Unsplash/Tierra Mallorca
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tetap optimis pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) secara industri mampu mencapai 8% - 11% sepanjang 2026 meski laju pertumbuhan hingga Mei masih melambat.

BTN menilai bahwa kebutuhan rumah pertama, backlog perumahan, dan besarnya populasi usia produktif akan menjadi penopang utama pembiayaan perumahan hingga akhir tahun.

Institutional Relationship Department Head BTN Yulia Fitri Nurman mengatakan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan KPR hingga Mei 2026 tercatat sebesar 4,7% lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 5,5%.

"Saat ini tren KPR sedikit menurun dari awal tahun. Jadi untuk KPR kalau misalnya pertumbuhan kebutuhan atau suku bunga naik segala macam itu mempengaruhi ke KPR," ujar Yulia dalam konferensi pers Tren Properti: Hunian Sebagai Simbol Peningkatan Kualitas Hidup di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Meski begitu, perlambatan tersebut tidak mengubah prospek industri KPR hingga akhir tahun. Menurutnya, pembiayaan bisa kembali meningkat karena kebutuhan terhadap rumah pertama masih tinggi.

"Kita yakin kalau pertumbuhan KPR itu pasti akan naik seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari pertumbuhan itu diprediksi 8%-11%, sedikit naik dari tahun 2025," ujarnya.

Dengan besarnya backlog perumahan, hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri. Selain itu, dominasi penduduk di usia produktif juga dinilai bisa menpang permintaan rumah dalam beberapa tahun ke depan.

"Memang karena backlog perumahan itu tetap ada, terus kemudian kebutuhan rumah pertama itu masih ada apalagi generasi yang produktif ini masih banyak," ucapnya.

Baca Juga: Dominasi Pembiayaan KPR FLPP, Bank BSN Kuasai 23,4% Pangsa Pasar Rumah Rakyat

Baca Juga: Aturan OJK, Tunggakan Rp1 Juta Masih Bisa Ajukan KPR dan Data Kredit Lunas Wajib Bersih dalam 3 Hari

Menurut BTN, dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor yang memperkuat prospek KPR. Berbagai program pembiayaan, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan, dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah.

Terlebih, adanya skema MLT BPJS Ketenagakerjaan yang menawarkan mekanisme suku bunga mengikuti BI Rate dengan tambahan margin tetap sebesar 3% kian diminati karena memungkinkan cicilan turun apabila suku bunga acuan Bank Indonesia mengalami penurunan.

"Jadi suku bunganya itu dari awal sampai akhir mengikuti suku bunga BI. Kalau BI itu naik, dia (MLT BPJS Ketenagakerjaan) akan naik, BI Rate turun dia juga akan turun. Jadi satu-satunya KPR dengan suku bunga yang angsurannya bisa turun," kata Yulia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri