Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPS Klaim 99 Kabupaten/Kota Pertumbuhan Ekonominya Sudah di Atas 6%

BPS Klaim 99 Kabupaten/Kota Pertumbuhan Ekonominya Sudah di Atas 6% Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% selama semester I 2026.

Bahkan, Sejumlah daerah bahkan mampu tumbuh di atas 8%, didukung aktivitas industri manufaktur dan sektor ekonomi unggulan di masing-masing wilayah.

"Artinya bahwa pertumbuhan ekonomi nasional itu sebenarnya adalah agregasi dari pertumbuhan ekonomi daerah,"  kata Amalia di Kantor BPS bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (12/9/2026).

Kondisi tersebut, memperlihatkan bahwa penguatan sektor industri di daerah dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Selain daerah berbasis industri dan pertambangan, Amalia menyoroti daerah yang mampu mencatat pertumbuhan tinggi melalui pengembangan sektor unggulan lainnya. Salah satunya Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang mencatat pertumbuhan ekonomi mendekati 7%.

Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi Sidrap didukung peningkatan produktivitas sektor pertanian, masuknya investasi, serta pengembangan industri pengolahan di daerah tersebut.

Amalia menambahkan, kabupatan kota yang sudah tumbuh di atas bahkan di atas 8 persen. Ada Kendal di Jawa Tengah karena dia memang dipopang oleh industri manufakturnya yang bergerak.

Kemudian, ada Batang yang juga tumbuh di atas 8 persen karena ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)di Batang. Kemudian bahkan ada koronpalo dan juga yang bisa tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional.

"Bahkan selain kota-kota dan provinsi berbasis tambang ada kota-kota dan keupatan yang bisa tumbuh tinggi yang bukan basisnya tambang," tambah Amalia.

Amalia menambahkan, pertumbuhan ekonomi daerah perlu terus didorong agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional semakin kuat.

Baca Juga: Ada Reshuffle dan Rilis Data BPS, Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Rosan Bidik Investasi Rp13.000 T

Ia juga menyoroti, pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra dan Jawa. Menurutnya, seluruh provinsi di Pulau Jawa telah mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional, sementara sejumlah provinsi lain masih perlu didorong.

BPS menilai, pemetaan pertumbuhan ekonomi hingga tingkat kabupaten dan kota penting untuk melihat sektor-sektor yang menjadi penggerak perekonomian di setiap wilayah.

Dengan memahami karakteristik ekonomi daerah, pemerintah dapat menentukan arah kebijakan yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah, termasuk melalui penguatan industri manufaktur, peningkatan produktivitas pertanian, dan dorongan investasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra