Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cegah Bencana dan Dorong Ekonomi Warga, PLN EPI dan UB Petakan Kawasan Hutan Karangploso

Cegah Bencana dan Dorong Ekonomi Warga, PLN EPI dan UB Petakan Kawasan Hutan Karangploso Kredit Foto: PLN EPI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kawasan hutan Universitas Brawijaya (UB Forest) di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mulai dipetakan melalui kajian sosial yang melibatkan lintas instansi, mulai dari BUMN, akademisi, hingga pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan ekonomi warga sekitar sekaligus menjaga fungsi hutan lindung dari ancaman bencana alam.

Pemetaan tersebut menggaet PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Perhutani, Pemerintah Kecamatan Karangploso, serta Universitas Brawijaya guna menyelaraskan program pemberdayaan warga dengan kelestarian ekosistem.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menyatakan kajian ini difokuskan untuk menggali masalah serta potensi riil di lapangan sebelum program dijalankan.

“Melalui kajian sosial ini, kami ingin memahami potensi, tantangan, serta kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh sebelum menentukan program pemberdayaan. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi yang partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di kawasan UB Forest,” kata Mamit dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Dari sudut pandang pengelola kawasan, keberadaan hutan lindung dan hutan produksi di UB Forest memerlukan pengawasan ketat, terutama terkait potensi bencana alam yang kerap mengintai wilayah perbukitan.

Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan UB, Mochammad Roviq, mewakili Rektor UB Prof. Widodo, menegaskan pentingnya kajian yang independen agar penanganan kawasan sesuai dengan kondisi lapangan.

“Kami berharap kajian ini dapat memotret kebutuhan masyarakat secara objektif, tanpa intervensi, sehingga hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. UB Forest memiliki kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang perlu dikelola sesuai fungsinya. Kami juga berharap adanya dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam mengantisipasi potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir, agar pengelolaan kawasan dapat berjalan dengan baik dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Roviq.

Di sisi lain, perwakilan Perhutani menyiagakan jajarannya untuk mengawal pelaksanaan kajian di area hutan agar tidak mengganggu habitat flora dan fauna setempat.

“Terkait dengan kajian sosial, perhutani siap mendukung pelaksanaan kajian sosial di kawasan UB Forest. Kami berharap kajian ini dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat, dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan hutan dalam menjaga kelestarian flora dan fauna,” kata Asper BPKH Singosari, Mangun.

Sementara itu, Camat Karangploso Marendra Hengky Irawan berharap kolaborasi antarinstansi ini melahirkan solusi jangka panjang bagi masalah sosial-ekonomi yang dialami warga di sekitar hutan.

“Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum ini saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui komunikasi dan kerja sama yang baik. Dengan sinergi antarpihak, berbagai persoalan di masyarakat dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya bersama,” ujar Marendra.

Manajer PLN UP3 Malang, Sendy Rudianto, menambahkan bahwa ketersediaan sarana pendukung seperti pasokan listrik menjadi salah satu poin yang akan didorong untuk menopang usaha warga.

Baca Juga: Gasifikasi PLTMG Kupang Jalan, PLN EPI Petakan Peluang Ekonomi Warga

Baca Juga: PLN EPI Uji Coba Co-Firing Amonia di PLTU Labuan pada 2027

“Listrik dapat menjadikan kehidupan masyarakat lebih baik sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi. Kami juga mengajak pemerintah desa dan kecamatan untuk menyampaikan apabila masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik. PLN memiliki tanggung jawab untuk memperluas layanan kelistrikan hingga ke seluruh desa,” kata Sendy.

Data dan aspirasi yang terkumpul dari kajian sosial ini nantinya bakal diolah menjadi acuan dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, serta pelestarian lingkungan di wilayah Karangploso.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra