Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Bank, Industri Pulp dan Kertas Paling Agresif Cari Utang

Bukan Bank, Industri Pulp dan Kertas Paling Agresif Cari Utang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) membongkar sektor kehutanan, pulp, dan kertas menjadi penerbit surat utang korporasi terbesar di Indonesia hingga September 2026, dengan nilai mencapai Rp21,2 triliun. Nilai tersebut melampaui penerbitan dari sektor pembiayaan konsumtif-otomotif, entitas terkait pemerintah, pertambangan, dan perbankan.

Head of Economic Research Division Pefindo Suhindarto mengatakan penerbitan surat utang di sektor pulp and paper terutama menggunakan instrumen obligasi dan sukuk.

"Untuk di tahun ini, secara nasional, penerbitan surat utang korporasi paling banyak dilakukan oleh industri pulp and paper atau kehutanan pulp dan kertas. Dengan jenis instrumen utamanya adalah obligasi dan sukuk," ujar Suhindarto dalam konferensi pers Pefindo 2026 secara daring, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data Pefindo, sektor pembiayaan konsumtif-otomotif menempati posisi kedua dengan penerbitan surat utang sebesar Rp18,4 triliun. Berikutnya, entitas terkait pemerintah mencatatkan penerbitan Rp16,7 triliun, sektor pertambangan Rp14,7 triliun, dan perbankan Rp14 triliun.

Secara keseluruhan, penerbitan surat utang korporasi di Indonesia mencapai Rp139,6 triliun hingga September 2026. Dengan nilai Rp21,2 triliun, sektor pulp and paper menyumbang sekitar 15,2 persen dari total penerbitan tersebut.

Baca Juga: Perusahaan Ramai Cari Utang, Pefindo Kantongi Mandat Rp56,19 Triliun dari 40 Perusahaan

Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Korporasi Diproyeksi Tembus Rp180 Triliun pada 2026

Baca Juga: Utang Jatuh Tempo Rp43,56 Triliun, Penerbitan Surat Utang Korporasi Tembus Rp180 Triliun pada 2026

Dari total penerbitan nasional itu, surat utang yang diperingkat Pefindo mencapai sekitar Rp116,8 triliun atau 80 persen dari total penerbitan surat utang korporasi baru pada periode yang sama.

Dalam kelompok surat utang yang diperingkat Pefindo, sektor pulp and paper juga menempati posisi teratas dengan nilai Rp21,2 triliun. Sementara itu, entitas terkait pemerintah berada di urutan berikutnya dengan Rp16,7 triliun, disusul pertambangan Rp14,7 triliun dan perbankan Rp12,8 triliun.

Sektor multifinance atau pembiayaan konsumtif-otomotif mencatatkan penerbitan surat utang yang diperingkat Pefindo sebesar Rp12,1 triliun.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri