Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyumbang 60,3% dari total ekspor mobil utuh atau Completely Built-Up (CBU) Indonesia pada Januari–September 2026. Di tengah dominasi tersebut, ekspor kendaraan hybrid Toyota juga tumbuh signifikan.
Berdasarkan data perusahaan, ekspor CBU Toyota mencapai 223.696 unit selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah itu meningkat 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan total ekspor mobil utuh nasional mencapai 371.260 unit.
Secara kumulatif, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.375.490 unit kendaraan utuh sejak pengiriman perdana pada 1987 hingga September 2026. Kendaraan tersebut dikirim ke lebih dari 100 negara di Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Atas pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas dalam kegiatan ekspornya, TMMIN menerima Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Kejar TKDN 60%, Toyota Dihadapkan pada Hitung-hitungan Investasi Baterai
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, kerja sama perdagangan yang dibangun pemerintah diharapkan membuka akses ke pasar ekspor baru.
“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Nandi.
Toyota memanfaatkan sejumlah perjanjian perdagangan untuk mendukung ekspor kendaraan buatan Indonesia. Skema tersebut mencakup Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Fasilitas perdagangan tersebut mendukung pengiriman kendaraan ke sejumlah pasar, termasuk Jepang, negara-negara ASEAN, dan Uni Emirat Arab.
Selain kendaraan utuh, TMMIN mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, serta dies dan jig untuk mendukung kegiatan produksi di berbagai negara.
Ekspor Mobil Hybrid Toyota Tumbuh 64%
Ekspor kendaraan hybrid menjadi salah satu bagian yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan ekspor mobil Toyota secara keseluruhan.
Hingga kuartal III/2026, ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit. Jumlah tersebut meningkat 64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
TMMIN juga berencana merealisasikan ekspor HEV battery pack assembly pada paruh kedua 2026. Dengan demikian, produk yang dikirim ke luar negeri tidak hanya berupa kendaraan jadi, tetapi juga komponen untuk kendaraan elektrifikasi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, perubahan teknologi otomotif global membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi.
“Transformasi menuju elektrifikasi merupakan bagian dari perubahan besar dalam industri otomotif global. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut,” kata Nyoman.
Ia menambahkan, perusahaan berupaya meningkatkan pengiriman produk elektrifikasi, termasuk komponen utama kendaraan.
“Kami terus berupaya meningkatkan ekspor produk elektrifikasi, bukan hanya kendaraan utuh, tetapi juga komponen utamanya,” ujarnya.
Selain itu, TMMIN berencana mengirimkan langsung komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual ke Amerika Serikat pada paruh kedua 2026. Pengiriman ini menambah jenis produk otomotif buatan Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri.
Toyota Andalkan Ekosistem Manufaktur Lokal
Kegiatan produksi TMMIN ditopang sekitar 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. Ekosistem industri yang terkait dengan kegiatan produksinya juga melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja.
Jaringan pemasok tersebut menjadi bagian dari rantai produksi kendaraan dan komponen yang dipasarkan di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: 26 Merek Mobil Berdarah-darah pada September, Penjualan Mitsubishi Terparah
Baca Juga: BYD Pamer Teknologi Cas 5 Menit, Baterai Mobil Listrik Terisi hingga 70%
Di Trade Expo Indonesia 2026, TMMIN turut menampilkan Veloz HEV dalam bentuk cut body untuk memperlihatkan struktur kendaraan hybrid serta Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle (CCV), yakni kendaraan yang dikonversi untuk kebutuhan khusus.
Perusahaan juga membawa Kopi Wonosalam, produk lokal yang mendapat pembinaan sejak 2024 melalui penerapan Toyota Production System (TPS). Pendekatan tersebut digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi.
Dengan ekspor kendaraan utuh yang tumbuh 2,5% dan pengiriman dua model hybrid yang meningkat 64%, kinerja Toyota menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antara produk konvensional secara keseluruhan dan kendaraan elektrifikasi. Perkembangan ekspor komponen serta baterai hybrid pada paruh kedua tahun ini akan menjadi bagian lain dari upaya perusahaan memperluas pengiriman produk otomotif buatan Indonesia ke pasar global.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: