- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bukan Cuma 28 Lokasi, Pemerintah Siapkan Tambahan Tapak PLTN Termasuk di Laut?
Kredit Foto: ThorCon Power
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah tambahan tapak atau lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penambahan tersebut dibahas seiring dengan persiapan pemerintah untuk merealisasikan pembangunan PLTN di Indonesia.
Yuliot mengatakan sebelumnya telah terdapat 28 tapak yang disiapkan sebagai opsi lokasi pembangunan PLTN. Pemerintah kini juga mempertimbangkan sejumlah tambahan lokasi, termasuk opsi PLTN dengan konsep floating atau terapung.
“Ini ada 28 tapak yang sudah disiapkan tempo hari, ini ada beberapa tambahan tapak lagi yang akan kita segera inikan. Karena itu tempo hari itu kan juga ada floating, itu rencananya,” ujar Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, Yuliot belum merinci lokasi tambahan yang tengah dipertimbangkan pemerintah maupun jumlah tapak baru yang akan dimasukkan dalam kajian.
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memetakan 28 lokasi potensial yang dapat menjadi opsi penetapan tapak PLTN. Pemetaan tersebut menjadi bagian dari persiapan penentuan lokasi pembangunan pembangkit nuklir.
Baca Juga: Tunggu Perpres Terbit, Tender Proyek PLTN Pertama Indonesia Dibuka 2027
Baca Juga: Target Tender PLTN di 2027, PLN Soroti Keberadaan Badan Independen
Yuliot menegaskan penetapan tapak menjadi tahapan penting sebelum proses tender pembangunan PLTN dilakukan oleh PT PLN (Persero).
“Ini kan harus tapak dulu yang kita tetapkan. Nanti dari tapak yang sudah ditetapkan, nanti PLN itu akan melakukan tender lelang untuk pelaksanaan itu,” jelasnya.
Rencana pembangunan PLTN sendiri telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 dengan kapasitas sebesar 2 x 250 megawatt (MW), atau total 500 MW. Kapasitas tersebut ditargetkan sudah terhubung ke jaringan listrik (on-grid) pada periode 2032–2034.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra