Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Stok BBM di Yogya Aman? Begini Penjelasan Hiswana dan Pemda

Stok BBM di Yogya Aman? Begini Penjelasan Hiswana dan Pemda Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jateng DIY melakukan monitoring ketersediaan BBM di dua SPBU strategis di Sleman, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini digelar untuk merespons munculnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU belakangan ini serta memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.

Langkah ini untuk mengantisipasi kejadian yang viral seperti yang terjadi di Bali beberapa waktu yang lalu.

Pengurus DPC Hiswana Migas DIY Bidang SPBU, Wira Adiyaksa, menjelaskan perbedaan antara kuota dan persediaan stok. Menurutnya, persediaan merupakan kewajiban pasokan yang terus dijaga oleh Pertamina bersama Hiswana Migas.

“Persediaan kami pastikan cukup sampai akhir tahun. Bahkan persiapan cadangan pasokan telah kami perhitungkan dengan matang guna mengantisipasi lonjakan konsumsi pada akhir pekan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru nanti,” tegas Wira.

Jika terjadi lonjakan antrean, pihaknya bersama Pertamina siap menambah jam kerja petugas dan mengoperasikan nosel penyaluran secara maksimal agar proses pengisian lebih cepat.

Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng DIY, Taufiq Kurniawan, mengungkapkan bahwa peningkatan antrean dipicu oleh pergeseran preferensi masyarakat dari BBM nonsubsidi (Pertamax) ke BBM subsidi (Pertalite).

Meskipun permintaan naik, cadangan BBM di wilayah DIY dinyatakan sangat aman. Ketahanan stok mencapai:

- 7 kali lipat konsumsi normal untuk Pertalite

- 14 kali lipat untuk Solar

- 4 kali lipat untuk LPG

- 19 kali lipat untuk Pertamax

- 34 kali lipat untuk Pertamax Turbo

"Jadi meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan saja karena barangnya pasti ada,” pungkas Taufiq.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, mengonfirmasi bahwa pasokan energi untuk warga maupun wisatawan di Sleman berada dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean masih dalam kategori normal.

“Dari saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Jogja, khususnya Sleman, untuk persediaan stok BBM kita aman. Masyarakat tidak perlu panik apalagi sampai melakukan aksi pemborongan BBM secara berlebihan,” imbau Abu Bakar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat