ICCN Perluas Jejaring ke 277 Daerah, Bidik Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional
Kredit Foto: Istimewa
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) memperkuat konsolidasi organisasi dan kolaborasi lintas daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Melalui Indonesia Creative Connect (ICC) 2026, ICCN berupaya mengoptimalkan potensi kreatif daerah agar menghasilkan program yang berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi.
Ketua Umum ICCN Fiki Satari mengatakan, jejaring organisasinya saat ini telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia. Cakupan tersebut menjadi modal bagi ICCN untuk memperluas kolaborasi antardaerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
"ICCN sudah 277 kabupaten/kota, update-nya. Dari forum lintas komunitas di kabupaten/kota hadir secara online," ungkap Fiki dalam kegiatan Indonesia Creative Connect 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Menurut Fiki, Indonesia Creative Connect 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan komunitas kreatif, tetapi juga momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi, mengevaluasi program, dan merumuskan strategi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup rapat koordinasi nasional, rapat anggota luar biasa, serta rapat anggota tahunan koperasi multipihak ICCN. Sebanyak 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi turut menyampaikan perkembangan kegiatan dan kondisi ekosistem kreatif di wilayah masing-masing.
Agenda konsolidasi juga mencakup pembahasan penyempurnaan anggaran dasar dan penetapan anggaran rumah tangga organisasi. Penguatan kelembagaan dinilai penting untuk memastikan berbagai inisiatif ICCN dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
"Kalau misalnya kelembagaannya kuat, akan lebih mudah lagi mengakselerasi program. Program sudah banyak ide gagasan, penguatan kelembagaan dilakukan di hari pertama, hari kedua tentunya belanja ide gagasan baru," kata Fiki.
Selain konsolidasi internal, Indonesia Creative Connect 2026 menjadi ruang pertukaran gagasan antara komunitas kreatif, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, serta sembilan kepala dan wakil kepala daerah.
Baca Juga: ICCN Serahkan Manifesto Ekonomi Kreatif di WCCE 2026, Dorong Penguatan Ekosistem Nasional
Fiki berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan pengetahuan, inspirasi, dan konektivitas baru yang dapat diterapkan sesuai dengan potensi setiap daerah. Dengan demikian, kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut menjadi program konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Setelah selesai dari dua hari ini, teman-teman jejaring korda bisa kembali ke rumahnya masing-masing, daerahnya masing-masing, sudah membawa banyak sekali inspirasi, khususnya semangat dan juga konektivitas baru agar bisa memberikan kontribusi yang konkret untuk pembangunan ekonomi kreatif di kabupaten/kotanya masing-masing," ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan jejaring tersebut juga disampaikan Staf Khusus Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah. Ia mengapresiasi peran ICCN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Menurut Rian, daerah merupakan laboratorium kreativitas yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, kebijakan pemerintah perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan riil para pelaku ekonomi kreatif di tingkat lokal.
“Pemerintah itu harus hadir bukan hanya memastikan bahwa pembentukan kebijakan itu hadir, tapi harus memastikan bahwa kebijakan yang dihadirkan oleh pemerintah itu benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh ekosistem yang ada,” tegas Rian.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan ICCN dapat mengoptimalkan potensi kreatif daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Selain melalui Indonesia Creative Connect, ICCN juga berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dalam agenda tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan ruang bagi ICCN untuk menyampaikan perspektif dan aspirasi daerah melalui kegiatan Suara Ekraf Indonesia, Dari Daerah untuk Dunia.
Partisipasi tersebut menjadi upaya untuk membawa pengalaman dan gagasan dari tingkat lokal ke dalam diskusi ekonomi kreatif di tingkat global.
Dengan jaringan yang menjangkau 277 kabupaten dan kota, ICCN memiliki peluang untuk memperkuat konektivitas antardaerah, memperluas pertukaran praktik baik, serta mendorong kolaborasi yang sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.
Ke depan, efektivitas penguatan jejaring tersebut akan ditentukan oleh kemampuan organisasi dan para pemangku kepentingan menerjemahkan gagasan menjadi program yang dapat dijalankan dan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: