Tak Hadir di TPKAD, KDM Merasa Tak Enak Nanti yang Jadi Pusat Perhatian Dirinya Bukan Presiden
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto terus memicu ragam spekulasi politik.
Absennya tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi dalam bursa calon presiden 2029 ini dinilai bukan tanpa alasan.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menganalisis bahwa langkah Dedi Mulyadi, yang mendelegasikan kehadirannya kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, merupakan bentuk penghormatan kepada Prabowo.
Menurutnya, popularitas Dedi yang kerap mengungguli Prabowo dalam berbagai survei berpotensi memecah fokus audiens dan menjadikannya pusat perhatian apabila turut hadir.
Lebih lanjut, Fernando memandang Dedi lebih memprioritaskan kerja dengan memimpin pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Ceremai, ketimbang menghadiri agenda yang bersifat seremonial.
Kemudian ketika ditanya bagaimana kans atau peluang Dedi Mulyadi pindah partai lagi dari sebelumnya Golkar kini ke Gerindra, ia menegaskan hal itu tak menutup kemungkinan dilakukan Dedi apalagi jelang Pilpres 2029.
"Sangat mungkin KDM meninggalkan Partai Gerindra pada pemilu 2029," kata Fernando menegaskan analisisnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: