Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Anjlok Hampir 30%, MSIG Life Akui Dana Investasi Ikut Tertekan

IHSG Anjlok Hampir 30%, MSIG Life Akui Dana Investasi Ikut Tertekan Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) menyebutkan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir 30% memberikan dampak kepada perusahaan terutama produk unit-link. 

Namun, Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengatakan bahwa produk asuransi tradisional perusahaan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada 2026.

“Secara umum, premi di tahun 2026 ini masih terlihat positif, namun tentunya ada dampak dari sisi produk Unit Link. Sementara produk tradisional kita bertumbuh positif, ini menunjukkan shifting di market, dan juga antisipasi kita terhadap situasi yang mungkin terjadi untuk produk-produk seperti Unit Link,” ujar Wianto usai ditemui dalam acara Public Expose MSIG Life di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Hingga saat ini, kata Wiyanto, kinerja investasi perusahaan masih lebih baik dibandingkan pasar. Sejumlah saham dalam portofolio MSIG Life mengalami penurunan yang lebih kecil dibandingkan acuan, sedangkan instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih memberikan imbal hasil positif.

Wianto menilai kondisi tersebut perlu dilihat dengan mempertimbangkan karakteristik unit link sebagai produk asuransi yang memiliki komponen investasi dan berorientasi jangka panjang. Oleh karena itu, ia berharap kinerja produk tersebut dapat pulih dalam jangka menengah hingga panjang berdasarkan pengalaman historis.

MSIG Life juga mencermati perubahan komposisi penempatan dana investasi. Jika sebelumnya dana berbasis saham atau equity cenderung mendominasi, kini alokasi mulai bergeser ke dana kas dan pendapatan tetap sehingga komposisinya menjadi lebih seimbang.

“Sehingga sekarang itu balance antara tiga part ini, ini memperlihatkan juga kematangan consumer, nasabah-nasabah yang kita miliki, terhadap literasi keuangan ini, sehingga bisa diversifikasi, mengalokasi lebih baik lagi,” kata Wianto.

Per Juni 2026, MSIG Life mencatatkan jumlah investasi sebesar Rp13,506 triliun pada Juni 2026, turun 0,01% dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp13,508 triliun.

Sedangkan, jika ditilik dari instrumen investasi, porsi terbesar masih dipegang oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8,17 triliun per Juni 2026 atau naik 10,96% dibandingkan Rp7,37 triliun per Juni 2025. Lalu, Obligasi sebesar Rp1,82 triliun atau turun 17,56% dari Rp2,21 triliun, dan saham sebesar Rp1,25 triliun atau turun 25,68% dari Rp1,68 triliun pada periode yang sama.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri