Reza Sudrajat Sebut Negara Sebenarnya Mampu Gaji Guru dengan Layak, Tapi Mengapa Mereka Harus Mengemis?
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Guru honorer yang juga anggota Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Reza Sudrajat, menilai pemerintah sebenarnya memiliki kemampuan untuk memberikan gaji yang layak kepada para guru.
Namun, menurutnya, para guru kerap harus berjuang terlebih dahulu untuk mendapatkan hak-haknya, bahkan hingga terpaksa melakukan berbagai aksi protes, seperti demonstrasi maupun mogok mengajar.
"Sangat mampu, tapi untuk mendapatkan haknya. Guru harus mengemis ngemis dulu pada negara. Sampai guru guru itu muak & mulai melawan," tulis Reza di akun X pribadinya, dikutip Selasa (27/10).
Sebagai informasi, keterlambatan pembayaran gaji guru, baik gaji pokok maupun berbagai tunjangan, masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Meskipun pemerintah pusat mengklaim dana dari APBN telah ditransfer secara rutin, terdapat sejumlah faktor yang sering menjadi penyebab keterlambatan pencairan hak para guru. Di antaranya adalah hambatan birokrasi dan administrasi di pemerintah daerah (Pemda), masalah validasi data sekolah melalui sistem Dapodik, hingga proses verifikasi dan validasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dinilai masih cukup rumit.
Merespons berbagai keluhan dari guru dan organisasi profesi, hingga akhir Oktober 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim telah mempercepat proses pencairan tunjangan serta memastikan tunjangan guru non-ASN untuk triwulan Juli-September telah tersalurkan sepenuhnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya