Kendaraan Listrik Makin Dilirik, Pembiayaan BRI Finance Melonjak 12,3 Kali
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pembiayaan kendaraan listrik melonjak 12,3 kali lipat secara tahunan (year-on-year/yoy) per September 2026. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, mulai dari sepeda listrik, sepeda motor, mobil, hingga truk listrik.
Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, pembiayaan kendaraan listrik menjadi salah satu segmen yang ingin terus dikembangkan perusahaan di tengah perubahan tren penggunaan kendaraan.
“Per September 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik BRI Finance meningkat sekitar 12,3 kali lipat secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Susatyo dalam acara Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Finance di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Secara keseluruhan, BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 99,2% secara tahunan per September 2026. Perusahaan berencana memperluas pembiayaan kendaraan listrik untuk menangkap peluang dari perkembangan pasar tersebut.
“Kalau bisa, kendaraan-kendaraan listrik itu kita tambah banyak yang kita biayai,” kata Susatyo.
Di luar bisnis pembiayaan, BRI Finance menjalankan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Program tersebut menyasar warga di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11. Kegiatannya mencakup pelatihan pengelolaan sampah bagi anak-anak dan anggota karang taruna dengan target 50 peserta.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, BRI Finance memberikan tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, 11 tong biru berkapasitas 60 liter, lima tempat sampah berkapasitas 120 liter, serta satu mesin pengayak kompos rotary berkapasitas 100–150 kilogram per jam.
Susatyo mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Buat kami, tanggung jawab kemasyarakatan itu adalah bagian dari siklus bisnis kita. Bertahun-tahun ini kita juga memberikan polusi dan segala macam, jadi kita juga bertanggung jawab bagaimana supaya lingkungan kita kembali hijau,” ujarnya.
"Setelah diolah, ternyata bisa menjadi value added buat warga, buat masyarakat, dan mungkin juga buat lingkungan," lanjutnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: