Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Botok Buka Suara soal Tudingan AMPB Terima Rp800 Juta dari Bank Mandiri dan Uang Dasco

Botok Buka Suara soal Tudingan AMPB Terima Rp800 Juta dari Bank Mandiri dan Uang Dasco Kredit Foto: Instagram @ampbpati
Warta Ekonomi, Jakarta -

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, membantah tudingan bahwa kelompoknya menerima aliran dana dari Bank Mandiri maupun Dasco. Bantahan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Lembaga Studi dan Bantuan Hukum (LSBH) Teratai, Kabupaten Pati, Selasa malam (27/10/2026).

“Antara lain AMPB difitnah menerima uang Rp800 juta dari Bank Mandiri, dan AMPB juga difitnah telah menerima uang dari Dasco,” ujar Botok saat membuka konferensi pers.

Botok mengatakan, AMPB menggelar konferensi pers untuk menanggapi berbagai tudingan yang diarahkan kepada kelompok mereka. Ia menyebut langkah tersebut diambil untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, AMPB menawarkan hadiah bagi pihak yang mampu membuktikan tudingan bahwa kelompok tersebut menerima uang dari pihak mana pun. Botok menyatakan hadiah yang disiapkan berupa dua mobil Mitsubishi Pajero dan uang tunai Rp500 juta.

“Jika memang bisa membuktikan bahwa AMPB pernah menerima uang dari manapun, kami memberi hadiah dua mobil Pajero dan uang tunai Rp500 juta,” tegas Supriyono.

Aktivis AMPB, Novie Andrianta, turut menambahkan hadiah Rp800 juta yang disebut berasal dari kantong pribadinya. Ia menyampaikan tantangan itu secara terbuka pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB.

“Ini tambahan dari kami, bila memang bisa membuktikan. Ini atas nama saya sendiri, Novie Andrianta. Hari ini saya ulangi, 27 Oktober 2026 pukul 21.00 malam, kita buka bersama, ada tambahan Rp800 juta dari saya untuk yang bisa membuktikan,” kata Novie.

Saat menyampaikan pernyataan tersebut, Novie menunjukkan saldo rekening Rp814 juta dan kunci mobil Pajero. Meski demikian, tawaran hadiah dan bantahan AMPB tersebut merupakan pernyataan dari pihak kelompok itu sendiri, bukan bukti independen mengenai ada atau tidaknya aliran dana.

Ketua Tim Advokasi AMPB, Nimerodi Gulo, mengatakan pihaknya sebetulnya tidak ingin menanggapi isu yang dinilai tidak berdasar. Namun, ia menyebut klarifikasi diperlukan agar publik mendapat penjelasan mengenai tudingan yang beredar.

Baca Juga: Dasco Ingin RI Tentukan Rating Bursa Sendiri, Begini Respons OJK

Nimerodi juga melontarkan tantangan kepada pemengaruh media sosial Cakra Adi Negara. Ia meminta Cakra membuktikan tuduhan yang dikaitkan dengan AMPB dan menawarkan gaji Rp25 juta per bulan jika Cakra meninggalkan pekerjaan yang dikritiknya.

“Mas Cakra, daripada kamu kebanyakan ngomong, mending kamu lepaskan pekerjaan ngibul kamu itu dan terima uang ini kalau ada bukti. Tinggalkan perbuatanmu yang kebanyakan ngibul itu, datang ke sini, saya akan gaji Anda Rp25 juta per bulan,” ujar Nimerodi.

AMPB menegaskan gerakan mereka murni berasal dari masyarakat biasa yang berani menyuarakan aspirasi demi menegakkan keadilan dan melawan ketimpangan. Mereka juga menyatakan memiliki orientasi untuk mendorong masa depan bangsa yang bersih dari praktik korupsi dan pungutan liar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: