Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Tren positif ini meneruskan aksi rebound pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG melonjak 34,05 poin atau 0,64% ke level 5.316,36. Pada awal perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.303,60 hingga 5.318,52, setelah dibuka pada posisi 5.305,19.
Aktivitas perdagangan mencatat volume transaksi sebanyak 908,85 juta saham dengan nilai mencapai Rp242,47 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 31.738 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 315 saham menguat, 91 saham melemah, dan 228 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.333,40 triliun.
IHSG Diperkirakan Bergerak Mendatar
Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG bergerak sideways pada perdagangan Kamis (29/10/2026), dengan rentang pergerakan di level 5.150–5.350. Proyeksi tersebut di tengah beragam sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.
Dari Amerika Serikat (AS), indeks bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Pada hari yang sama, bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4%.
The Fed juga berencana mengurangi frekuensi pertemuan penetapan suku bunga mulai 2027.
"Sementara itu, pelaku pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 3,2%, dari 2,2% pada kuartal II 2026," tulis riset dari Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways di Kisaran 5.150–5.350
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, tapi Investor Waspadai Tekanan Global
Selain pertumbuhan ekonomi, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS untuk September 2026 diperkirakan naik menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), dibandingkan 3,4% pada bulan sebelumnya.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026).
Dari pasar komoditas dan obligasi, harga minyak mentah Brent menguat 1,3% menjadi US$115 per barel pada Rabu (28/10/2026). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke level 5,026%.
Sebaliknya, harga emas spot ditutup melemah 0,5% ke level US$4.039 per troy ounce.
"Di tengah perkembangan tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dalam rentang 5.150–5.350 pada perdagangan hari ini," ungkap Phintraco Sekuritas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: