Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Sempat bergerak di zona hijau saat pembukaan, indeks justru berbalik arah dan merosot tajam hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup turun 184,25 poin atau 3,49% ke level 5.098,05. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.320,89 sebelum tertekan hingga menyentuh level terendah sekaligus penutupan di 5.098,05.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan saham hari ini. Sebanyak 624 saham berakhir melemah, sementara hanya 98 saham yang berhasil menguat. Adapun 70 saham lainnya ditutup stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 23,22 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp11,22 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,32 juta kali.
Di tengah pelemahan tajam tersebut, kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar Rp8.987,26 triliun.
IHSG Diperkirakan Banyak Terpengaruh Sentimen Global
Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG bergerak sideways pada perdagangan Kamis (29/10/2026), dengan rentang pergerakan di level 5.150–5.350. Proyeksi tersebut di tengah beragam sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.
Dari Amerika Serikat (AS), indeks bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Pada hari yang sama, bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4%.
The Fed juga berencana mengurangi frekuensi pertemuan penetapan suku bunga mulai 2027.
"Sementara itu, pelaku pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 3,2%, dari 2,2% pada kuartal II 2026," tulis riset dari Phintraco Sekuritas.
Selain pertumbuhan ekonomi, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS untuk September 2026 diperkirakan naik menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), dibandingkan 3,4% pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Babak Belur! Ambruk 2,64% ke Level 5.142, 593 Saham Berguguran
Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways di Kisaran 5.150–5.350
Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026).
Dari pasar komoditas dan obligasi, harga minyak mentah Brent menguat 1,3% menjadi US$115 per barel pada Rabu (28/10/2026). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke level 5,026%.
Sebaliknya, harga emas spot ditutup melemah 0,5% ke level US$4.039 per troy ounce.
"Di tengah perkembangan tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dalam rentang 5.150–5.350 pada perdagangan hari ini," ungkap Phintraco Sekuritas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: