- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
PPA Sulap Warisan Musik Jadi Mesin Ekonomi Kreatif, Bintang Muda Lokananta Berlanjut
Kredit Foto: PPA
PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA membuka pendaftaran Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 3 untuk menjaring dan mengembangkan musisi muda Indonesia. Program yang diluncurkan pada momentum 70 tahun Lokananta ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri musik melalui inkubasi talenta, produksi rekaman profesional, hingga promosi karya.
Pendaftaran BML Vol. 3 dibuka secara gratis mulai 29 Oktober hingga 31 Desember 2026 melalui situs resmi www.lokanantabloc.com. Program ini memberikan kesempatan kepada musisi dari Solo maupun berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti rangkaian pembinaan dan pengembangan karier musik.
BML merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PPA di bidang pendidikan, khususnya pengembangan kapasitas musisi muda sebagai pelaku industri ekonomi kreatif.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan bermusik, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai produksi rekaman, pengelolaan karier, distribusi karya, dan aspek bisnis musik.
Rangkaian program mencakup kurasi peserta, Lokananta Studio Gigs, pendampingan bersama praktisi industri, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan talenta baru dengan kebutuhan dan dinamika industri musik nasional.
Keberlanjutan BML didukung hasil evaluasi program sebelumnya. PPA mencatat skor Social Return on Investment(SROI) BML Vol. 1 sebesar 7,13, kemudian meningkat menjadi 7,46 pada Vol. 2.
SROI merupakan indikator untuk mengukur nilai sosial yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan. PPA menyebut peningkatan skor tersebut mencerminkan bertambahnya nilai sosial program dalam mendukung pengembangan talenta muda dan ekosistem industri kreatif.
Program ini turut melibatkan musisi dan profesional industri sebagai juri maupun mentor, antara lain Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan.
Direktur Utama PPA M. Teguh Wirahadikusumah mengatakan optimalisasi Lokananta tidak cukup dilakukan melalui pemugaran fisik, tetapi juga perlu disertai aktivitas produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya.
“Revitalisasi Lokananta tidak berhenti pada pemugaran gedung. Aset negara ini harus terus produktif dan menciptakan nilai. Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar: menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik. Kami ingin kehadiran PPA di sini memberi dampak ekonomi sekaligus dampak sosial dan budaya,” ujar Teguh.
Program BML Vol. 3 juga menjadi bagian dari upaya PPA mengoptimalkan Lokananta sebagai pusat kegiatan kreatif dan komersial. Sejak kembali dibuka untuk publik pada 2023 setelah revitalisasi, Lokananta di Surakarta berkembang sebagai ruang pelestarian warisan musik, produksi kreatif, pertunjukan, dan kolaborasi.
PPA mencatat Lokananta telah menerima 1.246.440 kunjungan dan menjadi lokasi penyelenggaraan 497 kegiatan sejak dibuka kembali pada 2023. Aktivitas tersebut mempertemukan musisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem budaya dan ekonomi kreatif.
Optimalisasi juga dilakukan melalui pengaktifan kembali Lokananta Records sebagai wadah untuk menemukan, merekam, memproduksi, dan mendistribusikan karya musisi generasi baru.
CEO Lokananta Wendi Putranto mengatakan pelestarian warisan musik perlu berjalan beriringan dengan penciptaan karya baru dan pembukaan kesempatan bagi talenta muda untuk membangun karier.
“Bintang Muda Lokananta adalah wujud nyata dari semangat tersebut. Kami ingin Lokananta menjadi tempat di mana talenta muda tidak hanya ditemukan dan direkam, tetapi juga dibekali pengetahuan, jejaring, serta kesempatan untuk membangun karier yang berkelanjutan,” kata Wendi.
Manfaat program juga dirasakan peserta sebelumnya. Dwiki dari Barmy Blokes, salah satu finalis BML Vol. 2, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan untuk mengikuti lokakarya, rekaman profesional, dan tur promosi, sekaligus memperluas wawasan serta jaringan di industri musik.
Melalui BML Vol. 3, PPA dan Lokananta berharap pengembangan musisi muda dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Lokananta sebagai pusat pengembangan musik dan ekonomi kreatif Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri