Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindir Habis Pemerintah Soal Karhutla, Pengamat Bongkar Cara Singapura 'Pajang' Nama Perusahaan Pembakar Hutan

Sindir Habis Pemerintah Soal Karhutla, Pengamat Bongkar Cara Singapura 'Pajang' Nama Perusahaan Pembakar Hutan Kredit Foto: Dokumen Pribadi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto mengkritik pemerintah Indonesia yang disebut hanya menggunakan inisial saat menyebut perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Gigin membandingkan pendekatan tersebut dengan langkah Singapura yang, menurutnya, lebih terbuka dalam mengungkap identitas perusahaan serta memanggil para eksekutifnya untuk dimintai keterangan.

"Singapura mempertontonkan wajah dan nama lengkap perusahaan yang bertanggungjawab atas kebakaran hutan di Sumatra. Pemerintah Indonesia menyembunyikan wajah dan hanya memakai inisial nama perusahaan," tulis Gigin di akun X pribadinya, dikutip Kamis (29/10).

Ia juga menyoroti sikap publik yang, menurutnya, justru diarahkan untuk mempersoalkan tindakan Singapura karena dianggap tidak menghormati pemerintah Indonesia.

"Lalu kita disuruh marah kepada Singapura karena tidak menghormati pemerintah RI," tegasnya.

Sebagai informasi, pemerintah Singapura memanggil 10 eksekutif dan pimpinan senior dari 10 perusahaan besar yang diduga berpotensi terkait dengan karhutla di Indonesia.

Baca Juga: Bahlil Sebut Presiden Sempat Bahas Soal Pertemuan dengan Menlu Singapura di Ratas

Menteri Senior Singapura K. Shanmugam menegaskan bahwa pemanggilan tersebut bukan bertujuan mencari kambing hitam atau langsung menyatakan perusahaan-perusahaan itu bersalah.

Otoritas Singapura memanggil para eksekutif tersebut untuk meminta informasi substantif mengenai hubungan operasional dan rantai pasok perusahaan mereka dengan entitas di Indonesia yang terindikasi berkontribusi terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: