Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Royalti PT Vale Melonjak 130%, Tembus US$60 Juta hingga September

Royalti PT Vale Melonjak 130%, Tembus US$60 Juta hingga September Kredit Foto: Reuters/Washington Alves
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan beban royalti sebesar US$60,48 juta sepanjang Januari-September 2026. Nilai tersebut melonjak sekitar 130% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$26,29 juta. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya beban royalti perusahaan di tengah aktivitas bisnis pertambangan dan penjualan nikel yang terus berjalan.

Berdasarkan catatan atas laporan keuangan interim per 30 September 2026, royalti menjadi salah satu komponen dalam beban pokok produksi PT Vale. Nilainya meningkat sekitar US$34,19 juta dibandingkan sembilan bulan pertama 2025.

Dalam rincian beban pokok produksi, royalti menjadi salah satu komponen biaya yang mengalami peningkatan signifikan. Beban tersebut berada di bawah biaya jasa kontraktor sebesar US$183,51 juta, bahan bakar minyak dan pelumas US$123,72 juta, serta depresiasi sebesar US$106,46 juta.

Selain mencatat kenaikan beban royalti, PT Vale juga melaporkan peningkatan pembayaran royalti dan retribusi dalam laporan arus kas. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pembayaran untuk kedua pos tersebut mencapai US$101,63 juta, meningkat sekitar 91,4% dibandingkan US$53,11 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembayaran royalti dan retribusi tersebut tercatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas operasi perusahaan. Dengan demikian, peningkatan pembayaran tersebut menunjukkan bertambahnya pengeluaran kas PT Vale untuk memenuhi kewajiban royalti dan retribusi selama periode pelaporan.

Di sisi lain, peningkatan beban royalti berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan. PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta sepanjang Januari-September 2026, meningkat sekitar 27% dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan kontribusi penjualan bijih nikel dari wilayah Bahodopi dan Pomalaa. Pendapatan dari penjualan bijih nikel mencapai US$211,99 juta, melonjak sekitar 387,4% dibandingkan US$43,49 juta pada sembilan bulan pertama 2025.

Baca Juga: Penjualan Bijih Nikel PT Vale Melonjak 387%, Ini Pembeli dan Jalur Pasoknya

Dari sisi volume, penjualan bijih nikel PT Vale dari Bahodopi dan Pomalaa mencapai sekitar 4,27 juta wet metric tons (wmt) sepanjang Januari-September 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 896.264 wmt pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi nikel matte perusahaan mencapai 48.114 ton sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan 54.975 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan beban royalti dan pembayaran royalti serta retribusi menjadi bagian dari perkembangan biaya dan arus kas operasional PT Vale sepanjang 2026. Di tengah peningkatan aktivitas penjualan bijih nikel dan pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga mencatatkan peningkatan pengeluaran untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra