Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek Tambang Pomalaa Telan Investasi Rp6,3 Triliun, PT Vale Kejar Target 2027

Proyek Tambang Pomalaa Telan Investasi Rp6,3 Triliun, PT Vale Kejar Target 2027 Kredit Foto: Reuters/Washington Alves
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan nilai investasi proyek eksekusi tambang Pomalaa mencapai US$383,5 juta atau sekitar Rp6,3 triliun per September 2026. Proyek tambang yang menjadi bagian dari pengembangan bisnis nikel perusahaan tersebut telah mencapai progres penyelesaian 89% dan ditargetkan rampung pada 2027.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, nilai tercatat proyek eksekusi tambang Pomalaa meningkat dari US$339,17 juta pada akhir 2025. Dalam periode yang sama, progres penyelesaiannya naik dari 60% menjadi 89%.

PT Vale mencatatkan penambahan nilai pengembangan tambang Pomalaa sebesar US$119,86 juta sepanjang Januari-September 2026. Perusahaan juga melakukan reklasifikasi aset sebesar US$75,52 juta sehingga nilai tercatat proyek tersebut mencapai US$383,50 juta pada akhir September.

Tak hanya proyek tambang, PT Vale juga mencatatkan kemajuan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel melalui proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa. Dalam laporan kinerja kuartal III 2026, perusahaan mengungkapkan bahwa Line 1 dan Line 2 proyek HPAL telah mencapai mechanical completion pertama.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam agenda hilirisasi PT Vale. Melalui proyek HPAL, perusahaan mengembangkan bisnis pengolahan bijih nikel untuk memperluas rantai nilai industri nikel, tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah maupun produk antara.

Aktivitas bisnis di Pomalaa juga menunjukkan peningkatan. PT Vale mencatatkan penjualan bijih nikel dari wilayah tersebut mencapai 1,90 juta wet metric tons (wmt) sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Jumlah itu melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 278.745 wmt.

Khusus kuartal III 2026, penjualan bijih nikel Pomalaa mencapai 1,31 juta wmt, meningkat dari 495.601 wmt pada kuartal II 2026. Peningkatan volume tersebut memperlihatkan semakin besarnya aktivitas penjualan bijih nikel dari wilayah operasional Pomalaa.

Secara keseluruhan, nilai aset tetap dalam penyelesaian PT Vale mencapai US$1,13 miliar per September 2026. Nilai tersebut meningkat dari US$906,45 juta pada akhir 2025. Aset tersebut mencakup sejumlah proyek pengembangan tambang dan fasilitas pendukung operasional perusahaan.

Selain Pomalaa, proyek eksekusi tambang Bahodopi juga hampir rampung. PT Vale mencatatkan nilai proyek tersebut sebesar US$220,77 juta dengan progres penyelesaian 99% dan target penyelesaian pada 2026.

Baca Juga: PT Vale Tarik Utang US$175 Juta, Arus Kas Operasi Justru Turun

Baca Juga: Royalti PT Vale Melonjak 130%, Tembus US$60 Juta hingga September

Sementara itu, proyek eksekusi tambang Sorowako Limonite mencatatkan nilai US$87,95 juta dengan progres 53% dan target penyelesaian pada 2027. Perusahaan juga mengembangkan proyek peningkatan kapasitas Bahodopi dengan nilai tercatat US$45,87 juta dan progres 43%.

Berbagai proyek tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan investasi PT Vale untuk memperkuat kapasitas pertambangan dan mengembangkan bisnis hilirisasi. Perusahaan juga menyatakan akan terus mendorong proyek-proyek strategis sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra