Semar: Siapapun yang Ditemani Jokowi dan Gibran di 2029, Insya Allah Menang Lagi
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Pengaruh politik Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai masih menjadi faktor yang patut diperhitungkan menjelang Pilpres 2029. Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, bahkan menyebut tokoh yang mendapat dukungan keduanya berpeluang meraih kemenangan dalam kontestasi mendatang.
Menurut Mardiansyah, kekuatan Jokowi belum hilang meski tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ia menilai pengaruh tersebut masih tampak dari masyarakat yang datang ke kediaman Jokowi untuk bertemu dan berfoto bersama.
"Kan saya sudah sampaikan bahwa Pak Jokowi itu merupakan kekuatan yang juga tidak hanya mengkhawatirkan tuh, tapi mengerikan," kata Mardiansyah, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Suket Dinyatakan Tidak Sah, Gibran Mau Tak Mau Harus Mundur?
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan Jokowi. Kondisi itu, menurutnya, menjadi salah satu gambaran bahwa pengaruh mantan presiden tersebut tetap bertahan.
"Sampai sekarang itu Pak Jokowi rumahnya 300-400 orang masyarakat datang untuk foto salaman sama Pak Jokowi," imbuhnya.
Mardiansyah menegaskan, berakhirnya masa jabatan Jokowi tidak serta-merta menghapus kekuatan politik yang dimilikinya.
"Kekuatannya ketika dia lengser sebagai presiden nggak punah tuh, nggak bergeser. Tetap sama seperti kita melihat begini. Ini supaya dasarnya dulu ya," katanya.
Ia kemudian menghubungkan pengaruh tersebut dengan kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
"Ketika kita melihat Pak Prabowo bertarung berkali-kali kalah, tapi berteman dengan Pak Jokowi menang. Berarti secara otomatis bisa kita nilai dukungan Pak Jokowi sangat signifikan untuk membuat kemenangan Pak Prabowo dalam Pilpres 2024," sebut Mardiansyah.
Baca Juga: 'Saya Dibayar', Pria Pakai Almamater Undira yang Deklarasi Bareng Raffi Ahmad Akhirnya Jujur
Mengacu dari penilaian itu, Mardiansyah menilai dukungan Jokowi dan Gibran dapat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan oleh tokoh-tokoh yang akan bersaing pada Pilpres 2029. Ia memperkirakan dukungan tersebut berpotensi kembali membawa kemenangan bagi pihak yang mendapatkannya.
"Itu suara Pak Jokowi adalah suara Mas Gibran. Siapapun yang ditemani nanti di tahun 2029 oleh Pak Jokowi sama Gibran, kemungkinan besar. Insya Allah akan menang lagi," terangnya.
Mardiansyah juga menilai pengaruh politik Jokowi dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pihak-pihak yang tidak ingin mantan presiden tersebut terus memiliki peran dalam kontestasi politik.
"Dalam konteks politik ya, ya ini menakutkan buat lawan-lawan politik yang tidak suka Pak Jokowi menang terus," imbuhnya.
Menurutnya, potensi dukungan Jokowi dan Gibran kepada tokoh tertentu pada 2029 dapat membuat para pesaing politik merasa khawatir.
"Ini kan yang menjadi lawan-lawan politik itu jadi panik," tutup Mardiansyah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: