'Saya Dibayar', Pria Pakai Almamater Undira yang Deklarasi Bareng Raffi Ahmad Akhirnya Jujur
Kredit Foto: Ist
Video seorang pria mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) saat menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda bersama Raffi Ahmad dan sejumlah tokoh di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, baru-baru ini viral dan menjadi sorotan di media sosial.
Sosok yang mengaku bernama Bayu Setiadi alias Dino itu akhirnya mengungkap fakta mengejutkan soal dirinya yang bukan mahasiswa Undira dan hadir dalam acara tersebut karena menerima bayaran.
Sebelumnya, pria tersebut sempat menyebut dirinya berasal dari kampus PSI. Namun, kemunculannya dengan mengenakan jaket almamater Undira memicu klarifikasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undira.
Baca Juga: Loyalis Jokowi: Demo di Bundaran HI Cuma Segitu Doang
Melalui unggahan video di media sosial, BEM Undira menegaskan bahwa Dino tidak memiliki hubungan dengan kampus tersebut.
"Melalui video ini, kami perwakilan Organisasi Mahasiswa Universitas Dian Nusantara menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan bagian dari mahasiswa Universitas Dian Nusantara," tulis keterangan di unggahan akun Instagram @bem_undira.
Dalam video tersebut, Dino sendiri pun mengakui bahwa dirinya bukan mahasiswa Undira. Ia juga menjelaskan alasan kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda yang digelar di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
"Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," katanya.
Tak hanya soal status kemahasiswaannya, Dino turut memberikan penjelasan mengenai almamater Undira yang dikenakannya saat menghadiri acara tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui asal-usul jaket kampus itu karena diberikan begitu saja kepadanya.
"Mengenai almamater yang saya kenakan, itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Dino menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, terutama Universitas Dian Nusantara. Ia menegaskan permintaan maaf itu disampaikan tanpa paksaan dan menyebut kejadian tersebut sebagai kesalahannya karena tidak teliti dalam menerima pekerjaan.
"Di sini saya memohon maaf tanpa ada paksaan dan ini murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan. Terima kasih," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: