Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menjemput Peluang di Bulan Inklusi Keuangan

Menjemput Peluang di Bulan Inklusi Keuangan Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Sumatera Utara -

Rasmauli Saragih (47) tampak antusias mengacungkan tangan saat acara talkshow bertema “Ngobrol Keuangan, Buka Peluang, Tumbuh Bersama” di Aula Cadika, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (29/10/2026).

Kesempatan bertemu langsung dengan perwakilan lembaga jasa keuangan dimanfaatkannya untuk menggali informasi seputar permodalan usaha. Kali ini, ia mengarahkan pertanyaan kepada Pimpinan Cabang Bank Sumut Lubuk Pakam, Gama Cherry Al Halim.

Bukan tanpa alasan. Sebagai pelaku usaha mikro, Lasmauli ingin mengetahui lebih jauh tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia bertanya apakah masih bisa mengajukan KUR setelah sebelumnya pernah menjadi nasabah. Ia juga ingin memastikan apakah ada penalti jika pinjaman dilunasi sebelum jatuh tempo.

Pertanyaan-pertanyaan itu mencerminkan kebutuhannya untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis sejak masih gadis. Bagi Lasmauli, akses terhadap informasi keuangan menjadi hal penting agar usahanya bisa terus tumbuh.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan yang memberinya kesempatan berinteraksi langsung dengan narasumber dari berbagai lembaga keuangan, mulai dari Bank Sumut, BRI, Bank Mandiri, BSI hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini pengalaman pertama. Sebelumnya kita sering mendapat pelatihan, tetapi hanya dari Dinas Koperasi dan UMKM,” ujarnya seusai mengikuti talkshow yang menjadi rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Deli Serdang. 

Bagi Lasmauli, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga. Ia pulang membawa sejumlah informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha kacang tojin miliknya, yang kini telah memiliki merek dan kemasan sendiri.

Usaha bernama Tojin Domestik itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Berawal dari usaha sederhana yang dirintis sejak muda, Lasmauli kini mampu memproduksi dan memasarkan kacang tojin secara rutin.

Warga Lingkungan I, Jalan Inpres, Lubuk Pakam, ini juga mulai menerapkan pengelolaan keuangan sederhana. Setiap pemasukan dan pengeluaran dari hasil penjualan dicatat agar arus keuangan usahanya tetap terpantau.

“Saya pakai buku untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran. Bahkan, ada aplikasi juga,” katanya.

Selain memproduksi kacang tojin, Lasmauli membuka warung di rumahnya. Dua usaha tersebut menjadi sumber penghasilan keluarga. Dengan pendapatan yang diperoleh, ia turut menopang kebutuhan rumah tangga bersama suaminya yang bekerja sebagai penarik becak.

Hasil kerja kerasnya bahkan mampu membantu membiayai pendidikan keempat anaknya. Anak pertama kini menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara (USU), sementara dua anak lainnya masih duduk di bangku SMA dan SMP.

Dalam sepekan, Lasmauli mampu memproduksi sekitar 750 bungkus kacang tojin dengan berat 100 gram. Produk tersebut dijual dengan harga Rp15.000 per bungkus.

Dari usaha yang tumbuh perlahan itu, Lasmauli membuktikan bahwa ketekunan dan kemampuan mengelola keuangan dapat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membantu menopang ekonomi keluarga.

Hal senada disampaikan Lutfiana (41), pengusaha terasi dan udang rebon kering yang hadir bersama suaminya, seorang nelayan. Dalam sesi tanya jawab, ia mengajukan pertanyaan kepada pihak BSI mengenai kemungkinan penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung kebutuhan nelayan, termasuk pembelian kapal, jaring, dan peralatan menangkap ikan.

Baca Juga: OJK Tutup 15 Bank Sepanjang 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Baca Juga: Airlangga Luncurkan Indeks Akses Keuangan Daerah Demi Kejar Inklusi Keuangan 98% pada 2045

“Saya mau nanya, apakah KUR BSI itu bisa dipakai juga untuk nelayan, dibelanjakan langsung untuk membeli kapal, jaring, atau peralatan lainnya untuk menangkap ikan? Nelayan juga butuh naik kelas,” ujarnya kepada Area Manager BSI Area Medan Raya, Jefry Sofyan, yang turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Warga Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, itu mengaku masih berupaya merintis kembali usahanya yang sempat terpuruk saat pandemi Covid-19. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap memperoleh informasi lebih banyak mengenai akses KUR dan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk nelayan.

“Saya masih merintis lagi usaha saya yang sempat drop karena Covid-19. Sebelumnya, saya sudah pernah menggunakan KUR. Namun, hari ini ternyata mendapat informasi bahwa bunga KUR tahun depan akan ditanggung pemerintah. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Fajar Sulaiman