Kredit Foto: BPMI
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, menuding Presiden Prabowo Subianto menjadi sasaran utama di balik wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Freddy menduga upaya menggulingkan Gibran merupakan langkah awal untuk menargetkan Prabowo. Ia menilai persoalan persyaratan pendidikan yang kini dipersoalkan terhadap Gibran berpotensi merembet ke presiden karena keduanya memiliki latar belakang pendidikan luar negeri.
"Justru kami melihat ini sasaran utamanya, memang targetnya adalah presiden Prabowo. Jadi tumbangkan dulu Wapres Gibran, kemudian sasaran berikutnya adalah menumbangkan Presiden Prabowo," kata Freddy Damanik dalam program "Sapa Indonesia Malam" KompasTV, Sabtu (31/10/2026).
Freddy juga menyinggung faktor yang menurutnya membuat pasangan Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024. Ia menyebut kekuatan partai pendukung serta dukungan dua tokoh politik yang diasosiasikannya dengan Hambalang dan Solo.
"Ada beberapa alasan ini (Prabowo-Gibran) kenapa menang, karena ya harus kita akui, selain keuatan partai-partai pendukung, kekuatan dua tokoh ini yang membuat kuat kan Hambalang dan Solo."
Dugaan Freddy muncul di tengah menguatnya wacana pemakzulan Gibran setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan yang digunakan wakil presiden tersebut untuk memenuhi persyaratan pencalonan pada Pemilu 2024.
Pembatalan itu kemudian diikuti desakan dari pihak penggugat agar Prabowo mengusulkan nama calon wakil presiden baru kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Meski demikian, Freddy mengaku yakin wacana pemakzulan Gibran tidak akan ditindaklanjuti oleh DPR RI. Ia juga menilai persoalan suket yang dipersoalkan terhadap Gibran seharusnya menjadi perhatian jika standar serupa diterapkan pada latar belakang pendidikan Prabowo.
"Justru kalau Gibran itu dikenakan suket, maka Pak Prabowo justru lebih parah. Saya disclaimer dulu, saya tidak ada kepentingan untuk menyerang Presiden Prabowo, tetapi saya memberi kesadaran kepada publik," kata Freddy Damanik.
Baca Juga: KPU Buka Suara Usai Putusan MA Terkait Suket Gibran: Singgung Aturan Pemilu
Ia kembali menegaskan bahwa menurut pandangannya, polemik suket Gibran pada akhirnya berpotensi diarahkan kepada Prabowo. Freddy mempertanyakan apakah persyaratan pendidikan Prabowo saat mendaftar sebagai calon presiden juga disertai surat keterangan penyetaraan.
"Bahwa ini memang targetnya adalah Presiden Prabowo. Suket itu sendiri, kami melihat, coba waktu pendaftaran itu, Presiden Prabowo SMA di luar negeri dan lain-lain, ada enggak itu suket?"
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: