Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pernyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) diseret ke pengadilan menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) terkait surat keterangan (suket) pendidikan Gibran Rakabuming Raka memancing reaksi Sugi Nur Raharja alias Gus Nur. Ia justru melontarkan kritik balik dengan mengungkit sikap Mahfud ketika masih berada di lingkaran pemerintahan.
Gus Nur mengklaim persoalan KPU dan kritik terhadap demokrasi sebenarnya sudah lama ia suarakan, bahkan sejak 2018. Namun, ia menyindir Mahfud yang kala itu justru menjadi bagian dari pemerintahan dan menduduki jabatan publik.
Tak tanggung-tanggung, Gus Nur bahkan menyebut Mahfud pernah menjadi bagian 'ternak Mulyono', sebutan yang diarahkan kepada para pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: MA Batalkan Suket Gibran, Mahfud MD: Dua Lembaga Harus Segera Diperiksa
"Waktu itu Anda bergabung ke rezim, waktu itu anda masih jadi pejabat. Bahkan kalau boleh saya katakan, mohon maaf kalau tidak sopan, waktu itu aAndajuga salah satu ternak Mulyono," kata Gus Nur dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11/2026).
Menurut Gus Nur, sikap Mahfud ketika masih berada dalam pemerintahan berbeda dengan kritik yang kini disampaikan. Ia pun menjadikan hal tersebut sebagai pengingat bagi para pejabat, aparat, hakim, akademisi, hingga tokoh publik agar tidak terjebak dalam kepentingan kekuasaan.
"Ini pelajaran untuk semua pejabat ya, untuk semua orang-orang yang seperti Pak Mahfud MD ini ya, seperti Rocky Gerung, Mahfud MD, siapa lagilah. Bahwa sudahlah, kalau posisi ya oposisi, dunia akhirat jadi oposisi ya kan? Pokoknya intinya jangan jadi penjilat gitu loh, ya kan?" jelasnya.
Gus Nur menilai sebagian tokoh cenderung mengikuti sistem pemerintahan ketika masih memiliki jabatan, meskipun sistem tersebut dianggapnya bermasalah.
"Rata-rata orang-orang seperti Anda ini intinya, ketika masih menjabat, Anda taklid buta dengan sistem, sistem bobrok. ya, Anda tersandra oleh jabatan itu," imbuhnya.
Sindiran Gus Nur tidak berhenti sampai di situ. Ia juga menyinggung Mahfud yang menurutnya tetap berupaya menjaga kedekatan dengan penguasa meskipun sudah tidak lagi menjabat, dengan harapan kembali mendapatkan posisi di pemerintahan.
"Bahkan ketika Anda tidak menjabat pun ya, kan Anda masih menjilat, masih memuji-muji rezim supaya Anda dapat jabatan. Kutu loncat kayak ngabalin, ya kan," ungkapnya.
Meski melontarkan kritik tajam, Gus Nur tidak sepenuhnya menolak sikap Mahfud yang kini mulai bersuara mengenai persoalan tersebut. Ia mengakui kritik yang disampaikan mantan Menko Polhukam itu tetap lebih baik daripada memilih bungkam.
"Ya nggak apa-apa sih daripada nggak bersuara sama sekali kan begitu. Nggak apa-apa saya hanya geli saja," tambah dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: