Kredit Foto: Kementerian Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan impor Indonesia mengalami peningkatan signifikan sepanjang Januari-September 2026. Nilai impor tercatat mencapai US$210,63 miliar atau meningkat 19,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Airlangga mengatakan kenaikan impor tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal atau capital goods. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas produksi dan kebutuhan investasi di dalam negeri.
"Impor juga mengalami kenaikan 19,67%, yaitu sebesar US$210,63 miliar, terutama kenaikan bahan baku dan penolong, juga kenaikan dari capital goods atau barang-barang modal," kata Airlangga dalam keterangannya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (2/11/2026).
Di sisi lain, kinerja ekspor Indonesia juga masih mencatatkan pertumbuhan. Sepanjang Januari-September 2026, nilai ekspor mencapai US$221,23 miliar atau meningkat 5,58% secara tahunan (year on year/yoy).
Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas menyumbang US$212,27 miliar. Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar US$178,06 miliar atau meningkat US$16,92 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kombinasi pertumbuhan ekspor dan impor tersebut membuat neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. Sepanjang Januari-September 2026, surplus perdagangan mencapai US$10,61 miliar.
Baca Juga: Impor BBM Lewat BLU Migas Masih Tunggu Permen, Ini Penjelasan ESDM
Baca Juga: ESDM Benarkan Pertamina Bakal Impor Pertalite dari China dan India
Surplus tersebut ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus US$34,21 miliar. Namun, capaian itu tergerus oleh defisit perdagangan migas sebesar US$23,6 miliar.
Secara bulanan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 juga masih mencatatkan surplus US$3,3.6 miliar. Angka tersebut berasal dari surplus nonmigas US$5,67 miliar yang menutup defisit migas sebesar US$2,31 miliar.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: