Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Suntik Autoimun Capai Rp45 Juta Sekali Terapi, Asuransi Jadi Jaring Pengaman

Suntik Autoimun Capai Rp45 Juta Sekali Terapi, Asuransi Jadi Jaring Pengaman Kredit Foto: Prudential Syariah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Biaya pengobatan penyakit autoimun dapat menjadi beban besar bagi keuangan keluarga, terutama ketika pasien membutuhkan terapi jangka panjang dengan biaya puluhan juta rupiah per tindakan. Hal tersebut dialami Muhammad Ardiansyah, pasien psoriasis yang harus menjalani suntikan dengan biaya mencapai sekitar Rp45 juta untuk satu kali tindakan.

“Perawatannya sudah berkali-kali dan biayanya cukup besar. Alhamdulillah, perlindungan Prudential Syariah membantu menanggung biaya perawatan yang saya jalani. Prosesnya juga mudah, mulai dari klaim, menjalani perawatan, hingga kepulangan dari rumah sakit,” ujar Ardiansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Ardiansyah merupakan peserta Prudential Syariah sejak 2020. Dua tahun setelah memiliki perlindungan tersebut, ia didiagnosis menderita psoriasis, penyakit autoimun yang memerlukan penanganan medis berkelanjutan.

Pada tahap awal pengobatan, Ardiansyah menjalani suntikan setiap bulan dengan frekuensi 15 hingga 18 kali. Biaya satu kali suntikan disebut dapat mencapai sekitar Rp45 juta. Berdasarkan arahan dokter, jadwal terapi kini berubah menjadi setiap dua bulan, sementara efektivitas pengobatan masih dipantau.

Besarnya biaya tersebut memperlihatkan risiko finansial yang dapat muncul ketika seseorang membutuhkan perawatan kesehatan dalam jangka panjang. Pengeluaran medis tidak hanya memengaruhi tabungan, tetapi juga berpotensi mengganggu alokasi keuangan untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.

Kesadaran Ardiansyah mengenai pentingnya perlindungan kesehatan tumbuh ketika mendampingi orang tuanya menjalani pengobatan diabetes. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa risiko kesehatan dapat datang sewaktu-waktu dan membutuhkan kesiapan finansial.

“Waktu itu saya mendampingi orang tua berobat dan melihat langsung biaya medis yang cukup mahal. Dari situ saya merasa perlu memiliki asuransi untuk berjaga-jaga,” katanya.

Istri Ardiansyah, Lili Yani Hasibuan, mengatakan risiko kesehatan yang dialami pencari nafkah turut membawa konsekuensi bagi kondisi ekonomi keluarga. Selain menghadapi persoalan kesehatan, keluarga juga harus mempertimbangkan kemungkinan berkurangnya penghasilan dan meningkatnya kebutuhan biaya perawatan.

“Kalau terjadi sesuatu pada suami sebagai pencari nafkah, setidaknya kami tidak perlu kembali memikirkan biaya kesehatannya. Perlindungan sangat membantu, baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun anak-anak,” ujar Lili.

Dalam pengalaman tersebut, Ardiansyah menyebut perlindungan Prudential Syariah membantu menanggung biaya pengobatannya. Ia juga mendapatkan pendampingan tenaga pemasar serta akses layanan digital untuk memantau informasi polis dan nilai tunai.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan perawatan jangka panjang dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan sekaligus stabilitas finansial keluarga.

“Perawatan jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan sekaligus kondisi finansial keluarga. Karena itu, kami berupaya memastikan Peserta tidak menghadapi proses tersebut sendirian,” ujar Vivin.

Dalam mekanisme asuransi syariah, perlindungan dijalankan dengan prinsip ta'awun atau saling tolong-menolong melalui dana tabarru'. Dana tersebut merupakan kumpulan kontribusi peserta yang digunakan untuk membantu peserta lain sesuai ketentuan polis dan mekanisme pengelolaan dana.

Pengalaman Ardiansyah menjadi gambaran bagaimana risiko penyakit jangka panjang dapat memengaruhi perencanaan keuangan rumah tangga. Meski demikian, manfaat perlindungan tetap bergantung pada ketentuan polis, termasuk cakupan penyakit, batas manfaat, pengecualian, masa tunggu, serta prosedur klaim.

Karena itu, masyarakat perlu memahami isi polis dan menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial sebelum memutuskan mengikuti produk asuransi kesehatan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri