Prudential Syariah Bidik 40 Juta Nasabah Muslim Kelas Atas, Pasarnya Belum Tergarap
Kredit Foto: Azka Elfriza
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) membidik pasar 40 juta masyarakat Muslim dari kalangan affluent atau kelas atas yang dinilai belum sepenuhnya tergarap oleh produk keuangan syariah. Perusahaan melihat peluang untuk mendorong kelompok tersebut memilih produk keuangan berbasis syariah seiring semakin beragamnya pilihan di pasar.
Director and Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan pasar Muslim kelas atas memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya terjangkau produk syariah.
“Ini merupakan market yang sangat besar, yang saat ini belum benar-benar terekspos dengan syariah, dengan produk syariah,” ujar Vivin saat ditemui seusai peluncuran PRUCare 360 Syariah di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut Vivin, produk keuangan syariah kini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Muslim kelas atas, bukan sekadar alternatif ketika produk konvensional tidak memiliki padanan syariah.
“Jadi sifatnya sudah bukan darurat lagi, tapi pilihan. Kalau kemarin mungkin karena tidak ada produk syariah bisa ke produk-produk yang ada. Sekarang sudah ada produk syariah, diharapkan masyarakat Muslim affluent itu akan memilih produk-produk syariah,” jelasnya.
Di internal perusahaan, nasabah dari segmen affluent telah mendominasi portofolio Prudential Syariah. Vivin menyebut porsinya sudah lebih dari separuh nasabah perusahaan, sehingga kelompok tersebut menjadi salah satu target utama bersama segmen upper dan middle.
“Saat ini kami mostly memang kita banyakan di affluent, lebih dari 50%,” kata Vivin.
Baca Juga: Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen, Klaim Medis Prudential Capai Rp3,3 Triliun
Baca Juga: Prudential Syariah Siapkan Penyesuaian Premi, Tunggu Arahan Skema KAPJ
Dari sisi produk, asuransi tradisional dan unit-linked memberikan kontribusi yang seimbang terhadap portofolio Prudential Syariah. Menurut Vivin, nasabah yang mencari perlindungan kesehatan cenderung memilih produk tradisional, sedangkan nasabah affluent juga banyak memilih unit-linked yang memiliki unsur investasi.
Pada semester I-2026, Prudential Syariah mencatat pendapatan kontribusi sebesar Rp2,1 triliun, tumbuh 12% secara tahunan (year-on-year/yoy). Total aset perusahaan mencapai sekitar Rp7,4 triliun, meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, klaim yang dibayarkan perusahaan mencapai Rp1,1 triliun sepanjang semester pertama 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri