Market Indices

Kripik Tradisional Padang Sampai ke Malaysia

Oleh Ihsan - Rubrik Daerah

15 Mei 2013 22:00:00 WIB


WE.CO.ID Industri rumah tangga pembuatan keripik di Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, dapat terus berkembang pesat, bahkan produk camilan itu kini mampu menembus pasar Malaysia.

"Selain dipasarkan di Sumatera Barat, produk keripik itu juga dikirim ke Pekanbaru, Jambi, dan bahkan sampai Malaysia," kata Muhammad Aris, salah seorang warga pengusaha pembuatan keripik di Kelurahan Jalan Kereta Api itu, Selasa (14/5).

Diceritakannya, usaha pembuatan keripik itu mulanya dirintis oleh satu kepala keluarga sekitar tujuh tahun lalu. Kini, usaha sejenis berkembang melibatkan 12 kepala keluarga.

"Kini ada 12 KK, dengan jumlah produksi keripik per hari lebih dari 1,4 ton. Karena masing-masing KK bisa memproduksi sampai 120 kilogram per hari," sambungnya.

Di samping itu, usaha rumahan tersebut juga cukup mampu menyedot tenaga kerja, khususnya kaum perempuan. Dalam satu industri rumahan, kata dia, membutuhkan paling tidak 11 tenaga kerja untuk menggoreng dan mengemas.

"Para pekerja kami umumnya kaum perempuan, ada yang bertugas mengupas singkong dan mengemas hasilnya. Sementara pekerja laki-laki biasanya menggoreng keripik dan memasarkannya," tambahnya.

Seoranmg warga pengusaha keripik rumahan lainnya, Yanus Riyanto, mengatakan, produk olahan keripik yang diproduksi dan dipasarkan dari kawasan itu adalah singkong balado, dan original.

Ditambahkannya, keripik singkong balado dijual dengan harga Rp36 ribu per kilogram, sedangkan keripik singkong original Rp15 ribu/kg.

Sementara, untuk bahan baku singkong tersebut, kata Yanus, dibeli dari para petani di beberapa daerah di Kabupaten Padangpariaman, seperti di Desa Limpato Kecamatan VII Koto.

Sementara itu Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman saat meninjau kawasan industri rumahan itu mengapresiasi kegigihan para pengusaha kecil tersebut, yang diharapkan dapat terus berkembang menjangkau pasar negara tetangga.

Wali kota melakukan kunjungan itu disertai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Pariaman Sumiramis, sejumlah pejabat SKPD terkait, Kabag Humas Gusniyeti Zaunit, serta Ketua TP-PKK setempat Reni Mukhlis. (Antara)

Foto: pemathic.blogspot.com

Recomended Reading

Kamis, 31/07/2014 08:40 WIB

TNI Turunkan 300 Personel, Jaga Bentrokan Dua Kampung

Kamis, 31/07/2014 18:05 WIB

Hari ketiga Lebaran Harga Daging Masih Tinggi

Kamis, 31/07/2014 08:05 WIB

Arus Balik, Nagreg Mulai Ramai

Executive Brief

Petenis Li Na dari Tiongkok mengumumkan absen pada turnamen AS Terbuka bulan depan

Badan Pengusahaan Batam pastikan Pelabuhan Telaga Punggur akan dibangun 3 lantai mulai akhir 2014 dengan anggaran Rp46 miliar

Bank Sulut akan buka layanan hingga kecamatan di Sulut maupun Gorontalo

Kontributor penjualan neto Indoffod Sukses Makmur: grup produk konsumen bermerek (CBP) berkontribusi sebesar 44 persen, Bogasari 24 persen, agrobisnis 17 persen, distribusi 7 persen, budi daya dan pengolahan sayuran 8 persen

Indofood Sukses Makmur: keuntungan grup agrobisnis meningkat tiga kali lipat dikarenakan kenaikan produksi dan harga minyak sawit mentah (CPO)

Indofood Sukses Makmur bukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 34,4 persen menjadi Rp2,29 triliun pada semester pertama 2014

Bank Sulut berikan reward kepada debitur dari PNS

Mahasiswa UNY membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer "Anime Batik"

Jokowi ditantang rampingkan kabinet

Abdee Slank: Menteri kabinet Jokowi-JK harus memiliki track record  bersih, jujur, transparan, profesional serta memiliki arah tujuan kerja