Market Indices

Indonesia Jajaki Kerja Sama Perdagangan Komoditas

Oleh Ihsan - Rubrik Ekonomi Bisnis

12 Juni 2013 23:00:00 WIB

WE.CO.ID - Jakarta, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama perdagangan berjangka komoditas di Amerika Serikat.

"Perdagangan berjangka komoditas di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan pesat. Oleh karena itu, Bappebti selaku regulator harus dapat mengembangkan kerja sama yang saling mendukung antara pemerintah dan swasta seperti yang dilakukan oleh US-CFTC kepada CME," kata Bayu dalam siaran pers yang diterima, Rabu.

Bayu tengah melakukan kunjungan kerja ke US-Commodity Futures Trading Commission (US-CFTC) dan Chicago Mercantile Exchange (CME) di Chicago, Amerika Serikat.

Kunjungan ke US-CFTC dilakukan untuk melihat peran regulator Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK) di Amerika Serikat seperti yang dilakukan oleh Bappebti.

Bayu menjelaskan bahwa penjajakan tersebut bertujuan mengembangkan perdagangan berjangka komoditas Indonesia yang dilakukan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI).

"Dengan adanya peluang kerja sama ini diharapkan BBJ dan BKDI dapat meningkatkan transaksi PBK, terutama komoditas andalan Indonesia, seperti kopi, CPO, dan kakao," ujar Bayu.

Selain peluang kerja sama, dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya menjaga integritas Bursa Berjangka dan melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan PBK.

"Indonesia perlu melakukan pengembangan sistem pengawasan yang menyeluruh dan terpadu antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas, Bursa Berjangka, dan Lembaga Kliring Berjangka," kata Bayu.

Bayu mengatakan bahwa Bappebti akan melanjutkan komunikasi secara intensif dengan US-CFTC dan CME untuk pengembangan Bursa Berjangka Komoditas di Indonesia. (Ant)

Foto : SY

Recomended Reading

Senin, 01/09/2014 14:03 WIB

Sambut MEA 2015, KKP Siapkan SDM Unggul

Senin, 01/09/2014 11:11 WIB

BI Bantu Petani Bawang di Simalungun

Senin, 01/09/2014 09:12 WIB

Fraksi PKS: RUU KKG Berpotensi Rugikan Perempuan

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton