Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BUMN - Pembentukan Holding BUMN masih dalam kajian Pemerintah bersama DPR
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.

Pansel Komisioner OJK Tinggal Tunggu Keppres Pekan Depan

Foto Berita Pansel Komisioner OJK Tinggal Tunggu Keppres Pekan Depan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Masa jabatan dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal segera berakhir tahun ini. Panitia seleksi (pansel) pemilihan calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jilid II pun tengah dibentuk pemerintah.

Ekonom yang juga anggota Pansel OJK dari akademisi Tony Prasetiantono mengungkapkan pansel ini akan diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, serta pihak independen seperti akademisi.

"Kan udah diputuskan bahwa itu ya dari Kemenkeu ada ketuanya Ibu Sri Mulyani, kemudian ada Pak Darmin, ada Pak Agus Marto. Di luar itu independen," kata Toni di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Dia menjelaskan Pansel OJK akan diumumkan pada pekan depan dan disahkan dengan penerbitan Keputusan Presiden (Kepres).

"Akan diumumkan ya mungkin minggu depan, menunggu Kepres," ucap Toni.

Lebih jauh, katanya, dalam rapat semalam pansel membicarakan secara mendalam DK OJK yang baru dan mengevaluasi kepengurusan OJK saat ini.

Menurutnya, pembentukan pansel harus segera terbentuk mengingat pada Juli 2017 mendatang OJK harus sudah memiliki dewan komisioner yang baru. Saat ini Dewan Komisioner OJK berjumlah tujuh orang yang diketuai oleh Muliaman D Hadad. Selain itu, ada juga dua komisioner ex officio yang berasal dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

"Waktunya mepet, nanti OJK baru harus ada tanggal 20 Juli. Jadi kita kejaran waktu. Apalagi, kita kan ada proses DPR, kami hanya mengantarkan ke DPR," tutup Toni.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38