Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BUMN - Pembentukan Holding BUMN masih dalam kajian Pemerintah bersama DPR
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.

Mati Lampu, Produksi Surat Suara Pilgub DKI Menyusut

Foto Berita Mati Lampu, Produksi Surat Suara Pilgub DKI Menyusut
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Produksi surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta di percetakan PT Adi Perkasa Makassar menyusut akibat pemadaman listrik bergilir yang terus melanda Kota Daeng. Meski demikian, penyusutan itu tidaklah terlalu mengganggu dan masih sesuai target. Pihak percetakan tetap yakin mampu menyelesaikan 7,2 juta surat suara Pilgub DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Adi Perkasa Makassar Makmur Daeng Nakku mengatakan estimasi produksi surat suara per harinya mencapai 1,4 juta lembar dalam kondisi normal. Namun, akibat mati lampu produksi surat suara di hari pertama cuma 1,2 juta lembar.

"Itu masih normal karena kita target paling tidak satu juta lembar per hari," kata Makmur saat ditemui Warta Ekonomi di kantornya, Makassar, Selasa (10/1/2017).

Menurut Makmur, berkurangnya produksi surat suara disebabkan adanya jeda pengerjaan pada mesin cetak saat mati lampu. Butuh waktu beberapa menit untuk kembali menormalkan jalannya mesin cetak saat transisi dari listrik PLN ke genset.

"Jadinya, bobot pekerjaan sedikit menurun. Tapi, secara keseluruhan tidak signifikan dan kami juga sudah siapkan genset dengan daya 125 KVA," ucap dia.

PT Adi Perkasa Makassar sedari awal memberikan prioritas perampungan surat suara Pilgub DKI Jakarta. Makmur menyebut pertimbangannya yakni jumlah DPT yang sangat besar dibandingkan dengan pilkada lain. Selain itu, gaung Pilgub DKI Jakarta yang besar membuat nama perusahaannya menjadi taruhan. Tentunya, pihaknya akan berusaha menyukseskan pencetakan surat suara tersebut tepat waktu.

Makmur melanjutkan pengalaman perusahaannya dalam mencetak surat suara menjadi jaminan. Untuk pilkada tahun ini saja, pihaknya mendapatkan kepercayaan mengerjakan 23 surat suara maupun logistik pesta demokrasi. Dua di antaranya berskala provinsi yakni DKI Jakarta dan Gorontalo. Sisanya, pilkada tingkat kabupaten/kota.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Minah Susanti mengatakan insiden mati lampu mesti diantisipasi pihak percetakan. Terlebih, Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir memang sering dilanda pemadaman listrik bergilir. Ia tidak menginginkan insiden mati lampu mengganggu proses percetakan.

"Semoga tidak terjadi lagi. Kalau pun kejadian, ya sudah harus diantisipasi," kata Minah saat mengecek pencetakan perdana surat suara Pilgub DKI Jakarta.

Menurut Minah, insiden mati lampu bila dibiarkan tanpa antisipasi bisa berdampak domino, mulai dari percetakan hingga distribusi. Ia khawatir pihak percetakan tidak bisa menyelesaikan target 7,2 juta surat suara tepat waktu yakni selama delapan hari. Imbasnya, proses distribusi surat suara di ibu kota juga bisa molor.

 

Tag: PT Adi Perkasa Makassar, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), DKI Jakarta

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38