Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Split - Pekan ini Film Split berhasil merajai Box Office dengan penghasilan US$ 40 Juta
  • Melbourne - Rafael Nadal melaju ke semifinal Australia Open usai menang atas Monfils 6-3, 6-3, 4-6, 6-4,
  • Rod Laver Arena - Milos Raonic meraih tiket semifinal Australia Open usai mengalahkan Roberto Bautista Agut empat set 7-6 (6), 3-6, 6-4, 6-1.
  • Riau - Satu unit rulo alami kebakaran di Riau.

Ini Alasan OJK Batasi Pinjaman Fintech P2P Lending Cuma Rp2 Miliar

Foto Berita Ini Alasan OJK Batasi Pinjaman Fintech P2P Lending Cuma Rp2 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir tahun lalu telah mengeluarkan peraturan OJK (POJK) Nomor 77/ POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau Fintech peer to peer (P2P) Lending.

Dalam beleid tersebut, regulator membatasi pemberian pinjaman oleh pelaku usaha fintech peer to peer (P2P) lending maksimal hanya sebesar Rp2 miliar dalam mata uang rupiah.

"Khusus jumlah pinjaman bisa yang berbadan hukum indonesia, orang perorangan dan maksimum Rp2 miliar per debitur di tiap (satu) perusahaan fintech," ujar Peneliti Eksekutif Senior Tim Pengembangan Sektor Jasa Keuangan OJK Hendrikus Passagi di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurut Hendrikus, batas maksimum pinjaman ini mengikuti industri perbankan yang mempunyai batas maksimum pemberian kredit. Selain itu, katanya, batas Rp2 miliar ini tidak keluar dari langit, namun telah didiskusikan oleh pelaku usaha dan pihak terkait.

Dari hasil diskusi itu, terdapat ruang kosong bagi pelaku usaha menengah yang belum mendapatkan akses kredit ke lembaga keuangan konvensional. Adapun, pendanaan yang dibutuhkan pelaku usaha menengah berkisar Rp2-10 miliar.

"Maksimal pinjaman sudah kita diskusikan dengan pelaku usaha, kementerian terkait, ada posisi nanggung di pelaku usaha menengah yang kalau Anda pinjam KUR enggak akan bisa," tuturnya.

Selain itu, batas maksimum penyaluran kredit juga dilakukan demi melindungi kepentingan stabilitas sistem keuangan nasional. Sementara pemberi pinjaman bisa berasal dari dalam negeri, luar negeri, orang perorangan di dalam negeri dan asing, serta perusahaan berbadan hukum.

"Kenapa terlihat liberal sekali? Karena kita perlu dana besar Rp1.000 triliun di industri keuangan," tutup dia.

Tag: Hendrikus Passagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Financial Technology (FinTech)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5250.968 -3.343 539
2 Agriculture 1896.077 1.496 21
3 Mining 1384.941 3.035 43
4 Basic Industry and Chemicals 532.183 -2.193 66
5 Miscellanous Industry 1332.032 2.763 42
6 Consumer Goods 2343.505 10.738 39
7 Cons., Property & Real Estate 516.292 -5.304 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1028.087 -1.536 56
9 Finance 799.166 -1.216 89
10 Trade & Service 855.133 -2.594 122
No Code Prev Close Change %
1 WICO 62 83 21 33.87
2 HOTL 145 180 35 24.14
3 HDFA 210 260 50 23.81
4 WAPO 57 70 13 22.81
5 UNIC 2,230 2,690 460 20.63
6 DNAR 256 296 40 15.62
7 LMAS 66 76 10 15.15
8 DGIK 76 87 11 14.47
9 TBMS 680 745 65 9.56
10 KDSI 330 358 28 8.48
No Code Prev Close Change %
1 INAF 3,400 2,550 -850 -25.00
2 IKBI 344 262 -82 -23.84
3 MLIA 555 424 -131 -23.60
4 DPNS 396 314 -82 -20.71
5 BINA 456 384 -72 -15.79
6 PLAS 206 180 -26 -12.62
7 BCIP 176 157 -19 -10.80
8 NAGA 218 196 -22 -10.09
9 MGNA 110 100 -10 -9.09
10 PTSN 76 70 -6 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 50 54 4 8.00
2 BRMS 89 90 1 1.12
3 BUMI 416 446 30 7.21
4 DYAN 66 69 3 4.55
5 DEWA 72 71 -1 -1.39
6 DGIK 76 87 11 14.47
7 TLKM 3,830 3,840 10 0.26
8 BWPT 304 326 22 7.24
9 PBRX 442 444 2 0.45
10 LMAS 66 76 10 15.15